Monday, 20 May 2019

Buruh di Kabupaten Serang Kompak Tolak People Power

Kamis, 16 Mei 2019 — 11:14 WIB
Para pimpinan serikat pekerja di kabupaten serang sepakat tolak people power.(haryono)

Para pimpinan serikat pekerja di kabupaten serang sepakat tolak people power.(haryono)

SERANG –  Merebaknya isu people power sengaja dimunculkan oleh para elite politik tidak hanya mendapat penolakan dari tokoh agama/masyarakat, tapi datang dari berbagai ketua serikat pekerja di Kabupaten Serang.

Pimpinan serikat buruh menilai people power itu sengaja dimunculkan dengan tujuan memecah belah bangsa.

Wakil Ketua SPMFK3 IKPP Indah Kiat Pulp and Paper Serang, Suwandi mengatakan people power bukan cerminan masyarakat yang beragama, yang berbangsa dan bernegara dan jauh dari etika bangsa.

Dirinya meminta masyarakat harus berhati hati dalam bertindak dan menindak lanjuti ajakan maupun seruan melalui sosial media.

“Ajakan people power merupakan ajakan yang menyesatkan, untuk itu masyarakat jangan sampai terprovokasi dan ikut ajakan tersebut. Dengan People Power, akan melawan sesama saudaranya sendiri, warga Indonesia dan umat beragama,” ucap Suwandi, Kamis (16/5/2019).

Menurut Suwandi, people power merupakan gerakan yang akan melawan keputusan dari lembaga negara, yaitu Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia.

Suwandi mengimbau kepada pekerja atau buruh agar tidak terprovokasi dengan ajakan people power. Itu ajakan yang menyesatkan, jangan sampai terprovokasi.

“Sebaiknya kalau sudah ditetapkan oleh konstitusi dan oleh pemerintah, sebagai rakyat, sebagai bangsa yang mengikuti aturan pemerintah dan UUD 1945 harus tunduk dengan konstitusi, harus tunduk dengan aturan pemerintah,” ujarnya.

Penolakan gerakan massa juga ditentang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) 1973 Kabupaten Serang. KSPSI menilai ajakan aksi people power dinilai tidak tepat serta meresahkan masyarakat.

Lebih baik menyerahkan semua hasil tahapan pemilu kepada yang berwenang yakni KPU yang akan diumumkan pada 22 Mei mendatang.

“Mari kita percayakan hasil pemilu 2019 kepada petugas penyelenggara pemilu atau KPU. Bila tidak puas, silahkan menyelesaikan permasalahan sesuai aturan yang berlaku,” tutur Wakil Ketua KSPSI 1973 Kabupaten Serang, Heri di Sekretariat KSPSI 1973 Kab. Serang di PT. Shinta Woo Sung, Serang.

Imbauan senada juga datang dari Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSPKEP) Kab. Serang, Argo Priyo Sujatmiko. Menurutnya, people power ini berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Argo mengajak para teman – teman buruh maupun tokoh Serikat Buruh khususnya di Kabupaten Serang, Banten untuk tidak terpancing terhadap ajakan yang bisa mengancam keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila ini. “Mari kita jaga kerukunan demi keutuhan NKRI dan yang berlandaskan Pancasila,” ujar Argo.

Sementara itu, Ketua Forum Serikat Pekerja Cikande Kopo & Jawilan (Forum Cikoja ) Kab. Serang, Rizal Peni juga memberi pernyataan penolakan adanya gerakan people power yang bisa memecah kesatuan antar umat beragama. “Saya khawatir dengan gerakan itu (people power), kesatuan dan persatuan akan terpecah,” ujar Rizal Peni.(haryono/tri)