Monday, 19 August 2019

Cerita Yayan Ruhiyan Kerjasama dengan Aktor Keanu Reeve

Kamis, 16 Mei 2019 — 6:25 WIB
Cecep Arif Rahman (kiri), Yayan Ruhian menghadapi John Wick, yang diperankan Keanu Reeves dalam John Wick 3.

Cecep Arif Rahman (kiri), Yayan Ruhian menghadapi John Wick, yang diperankan Keanu Reeves dalam John Wick 3.

JAKARTA – “Saya seperti mimpi” itulah kata pertama yang diucapkan aktor laga Indonesia Yayan Ruhiyan saat pertama kali berhadapan bintang Hollywood Keanu Reeves. Dia mengaku tak membayangkan bakal bertemu dengan aktor mahal Hollywood itu.

Bukan sekadar bertemu muka, di sequel “John Wick: Chapter 3 – Parabellum” Yayan Ruhiyan bersama rekannya, Cecep juga dipercaya untuk mengatur kareografi laganya.

“Sebelumnya mah tidak (menyangka) atuh. Hanya pas ditawari eh ternyata benar nih akan ketemu? Tapi kami di awal-awal tidak berharap akan satu scene dengan ini, barangkali hanya sebagai fighter saja. Tapi ternyata alhamdulillah, dipertemukan,” ujar Cecep dengan nada Sundanya yang kental.

Yayan Ruhiyan, Cecep Rahman, dan Iko Uwais dikenal di Hollywood berkat aksi mereka di “The Raid 1” dan “The Raid 2”. Mereka tampil di film “Star Wars: The Force Awakens”, juga terlibat di film “Man of Taichi” (2013).

Pesilat berambut gondrong itu tak menyangka, bahwa penampilannya itu berlanjut ke film Hollywood berikutnya dalam porsi yang lebih besar.
.
Yayan menuturkan, sebelumnya dia dihubungi oleh casting director film “Starwars” itu. Setelah itu komunikasi berlangsung secara daring, termasuk dengan sang sutradara, Chad Stahelski, sampai pada ujungnya, Yayan dan Cecep Arif Rahman dipercaya menggarap film Keanu Reeves.

“Pas ada Skype dengan director-nya langsung saja bilang, ‘ini nanti ada suatu perkelahian satu lawan dua’,” kata Yayan, kaget. Tak menyangka bakal bermain dengan Keanu Reeves. Itu sebabnya saat bertemu dengan Keanu, Yayan bahkan sampai berkata semuanya “terasa seperti mimpi”.

cecep-silat-1

Yayan Ruhiyan dan Cecep Arief Rahman berharap agar film John Wick ketiga ini bisa dinikmati di seantero dunia, masyarakat Indonesia. Terlebih keduanya memasukkan beberapa unsur Nusantara di dalam filmnya.

“Di situ muncul budaya, senjata, dan bahasa (Indonesia). Mudah-mudahan itu jadi kebanggaan buat kita semua,” ungkap Yayan. – dms