Tuesday, 21 May 2019

Dinsos DKI Perketat Pengawasan, PMKS Bergeser ke Wilayah Penyangga Ibu Kota

Kamis, 16 Mei 2019 — 14:49 WIB
pengemis

JAKARTA –   Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah menyampaikan bahwa jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Ibu Kota terus berkurang setiap tahunnya. Hal itu karena pihaknya berjaga di sejumlah titik yang menjadi sasaran PMKS.

Irmansyah mengatakan, pihaknya saat ini memiliki 439 personel yang tersebar di 279 titik seluruh Ibu Kota. Dengan penjagaan yang intens,  dinilai efektif tekan jumlah PMKS yang selalu meningkat saat Bulan Suci Ramadhan.

“Dengan menempatkan petugas pada titik titik penjagaan, ini sangat efektif terhadap penurunan jumlah PMKS jalanan,” kata Irmansyah saat  dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/5/2019).

Berdasarkan data yang dimilik Dinsos DKI, tercatat pada 2016 berhasil menjangkau 14.808 PMKS jalanan, pada tahun 2017 setelah mulai ada penjagaan pada titik rawan hasil razia menurun menjadi 8.504 PMKS jalanan. Sedangkan pada 2018 dilakukan perluasan penjagaan sehingga yang terkena penertiban sebanyak 6.470 PMKS.

Kemudian untuk tahun 2019 hingga petengahan Mei saat memasuki Bulan Suci Ramadhan sebanyak 1.183 PMKS yang sudah diamankan. Menurut Irmansyah, para PMKS yang terjaring akan didata dan dikembalikan ke keluarga atau dipulangkan ke kampung halaman.

“Dari hasil penjangkauan dikirim ke panti PSBI (Panti Sosial Bina Insan) 1 dan 2, setelah diassesmen mereka ada yang dirujuk ke keluarga, dipulangkan ke daerah asal dan di bina di panti sesuai jenis permasalahannya,” ujar Irmansyah.

Dia menambahkan, dengan tingkat penjagaan yang ketat di Jakarta jumlah PMKS terus berkurang dan dimungkinkan berpindah lokasi di wilayah penyangga Ibu Kota.

“Karena di DKI Jakarta sangat ketat terhadap pemantauan dan penjagaan titik rawan sekarang PMKS jalanan opersinya minggir ke daerah penyangga ibukota. Seperti Bekasi, Tangerang,  Depok, Bogor dan lain-lain,” tandas Irmansyah. (yendhi/tri)