Thursday, 23 May 2019

Indonesia Bakal Punya Wisata Religi 99 Miniatur Masjid Terkenal Didunia

Kamis, 16 Mei 2019 — 12:05 WIB
Yayasan Amanah Kita menunjukkan maket Wisata Religi Dunia 99 Miniatur Masjid Dunia yang akan dibangun di Bogor. (Adji)

Yayasan Amanah Kita menunjukkan maket Wisata Religi Dunia 99 Miniatur Masjid Dunia yang akan dibangun di Bogor. (Adji)

JAKARTA –  Indonesia bakal memiliki kawasan wisata religi dan mengembangkan Wisata Halal peradaban Islam terbesar dengan hadirnya Taman Miniatur 99 Masjid Dunia dari 86 negara.

Taman wisata religi tersebut  bakal berada di dalam satu kawasan seluas 215 hektar di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,  dan dibangun dengan biaya senilai Rp 16 Trillun.

Menurut Ketua Umum Yayasan Amanah Kita, Hartono Limin, Taman Miniatur 99 Masjid Dunia (TM99MD) merupakan ikhtiar bahwa Indonesia sebagai bangsa besar yang dikenal memiliki kekuatan nilai-nilai Islam moderat dan kearifan lokal bisa turut serta melestarikan budaya Islam sedunia.

“Tujuannya agar kelak dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Sebagai satu kekuatan masa depan, kaum muda perlu sekali mengetahui sejarah dan perkembangan Islam di dunia,” papar Hartono Limin saat Jumpa Pers di kantornya di Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2019)

Pria Mualaf ini menambahkan, tempat tersebut akan menjadi pusat pendidikan dan kajian ilmu-ilmu Islam termasuk pusat pelestarian kebudayaan Islam dunia.

Menurutnya,  komplek wisata religi serta peradaban Islam itu akan menjadi yang terbesar dari yang selama ini ada.

“Warga sekitar pun sangat mendukung dengan cuaca juga sejuk. Kami pun akan merangkul warga sekitar untuk mengembangkan wisata halal juga tentunya. Untuk sekarang kami butuh kan masterplan dulu selama 11 bulan,  untuk  pembangunan butuh waktu selama 7 tahun,” ungkapnya.

Beberapa miniatur masjid ternama di dunia yang akan hadir antara lain Masjid Cordoba, Spanyol, Masjid Aya Sofia di Instanbul Turki, dan Masjid Al-azhar Kairo, Mesir.

“Ukurannya sebesar mushola dan bisa dimasuki.Pada setiap halaman miniatur masjid akan didapati sajian atraksi budaya, busana, kuliner dan cinderamata tradisional dari negara yang bersangkutan,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Amanah Kita, Prof. Achmad Mubarok menambahkan, berdasarkan hitungan awal, pembangunan komplek wisata itu membutuhkan biaya sekitar Rp16 triliun.

“Alhamdulillah dalam segi pendanaan pelan-pelan kita mendapatkan jalan keluar. Kita sudah roadshow ke sejumlah negara dan mereka mensuport,” kata Mubarok. (adji/tri)