Tuesday, 21 May 2019

Situng Tetap Berjalan

KPU Nilai Putusan Bawaslu Soal Situng adil

Kamis, 16 Mei 2019 — 14:09 WIB
Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid. (ikbal)

Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid. (ikbal)

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menilai putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam sidang terkait sistem informasi penghitungan suara (Situng) merupakan putusan yang adil.

Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid mengatakan sikap Bawaslu yang tidak menghentikan Situng meski menyatakan terdapat pelanggaran merupakan dukungan terhadap keterbukaan yang dijalankan KPU RI.

“Bawaslu sudah mengeluarkan putusan yang tidak memerintahkan KPU untuk menutup situng. Nah Bawaslu dan KPU punya komitmen yang sama untuk prinsip keterbukaan publik, termasuk didalamnya juga soal informasi kepemiluan,” katanya di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Diketahui, Bawaslu menyatakan KPU melakukan pelanggaran tata cara dan prosedur dalam input data sistem informasi penghitungan suara (Situng). Hal ini diputuskan dalam sidang atas aduan yang disampaikan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno atas Situng KPU.

“Menyatakan KPU terbukti secara sah melanggar tata cara dan prosedur dalam input data sistem informasi penghitungan suara atau Situng,” ujar hakim ketua, Abhan di kantor Bawaslu,

Atas pelanggaran tersebut, KPU RI diperintahkan Bawaslu memperbaiki tata cara dan prosedur dalam input data sistem informasi pemungutan suara dalam situng.

Lebih lanjut meski dinyatakan melanggar, Bawaslu tidak meminta KPU menghentikan Situng KPU, seperti yang menjadi tuntutan BPN. Bawaslu menilai Situng KPU sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Situng KPU, dianggap sebagai keterbukaan informasi terkait hasil suara Pemilu 2019. Meski demikian KPU diminta memperbaiki akurasi input data ke dalam Situng.

Pramono menambahkan, mengenai perintah Bawaslu memperbaiki tata cara dan prosedur dalam input data, KPU siap menjalankan.

“Pointnya di sana bahwa ada kesalahan administrasi terkait dengan kesalahan input dan seterusnya kan amar putusannya adalah memerintahkan kpu untuk memperbaiki, disitu memang sebenarnya sama kpu dan bawaslu, setiap ada informasi kesalahan input dan kami perbaiki,” katanya. “Selama ini mekanisme itu sudah berjalan dan kami ucapkan kepada bawaslu terima kasih sudah memberikan keputusan yang sudah adil,” imbuh Pramono. (ikbal/mb)