Tuesday, 21 May 2019

Mulai 23 Mei, Transaksi di GT Cikarang Utama Dipindahkan

Kamis, 16 Mei 2019 — 21:19 WIB
gt cikarang utama-saban

BEKASI – Transaksi pembayaran di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, khususnya Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama, segera mengalami perubahan. Pasalnya, mulai pekan depan, pembayaran di GT tersebut resmi direlokasi ke GT Cikampek Utama di KM 70 dan GT Kalihurip Utama di KM 67.

“Ini akan berlaku mulai tanggal 23 Mei 2019 pukul 00.00 WIB,” kata Direktur Operasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur di Kantor Kementerian PUPR, Kamis (16/5/2019).

Sesuai Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 481/KPTS/M/2019 Tanggal 15 Mei 2019 Perihal Penetapan Tarif dan Perubahan Sistem Pengumpulan Tol pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek, perubahan sistem transaksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan berlaku mulai Kamis (23/5/2019) pukul 00.00 WIB dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Kendaraan dari arah Jakarta yang menuju ke Cikampek akan melakukan transaksi di akses keluar (off ramp pay) dengan membayar tarif tol merata sesuai dengan wilayah pentarifannya;
  2. Kendaraan dari arah Cikampek yang menuju Jakarta akan melakukan transaksi di akses masuk (on ramp pay) dengan membayar tarif tol merata sesuai dengan wilayah pentarifannya;
  3. Wilayah pentarifan menjadi sistem transaksi terbuka dengan pentarifan merata yang terdiri dari:
  4. Wilayah 1 dengan tarif Rp. 1.500,- (Jakarta IC – Pondok Gede Barat/Timur);
  5. Wilayah 2 dengan tarif Rp. 4.500,- (Jakarta IC – Cikarang Barat);
  6. Wilayah 3 dengan tarif Rp. 12.000,- (Jakarta IC – Karawang Timur);
  7. Wilayah 4 dengan tarif Rp. 15.000,- (Jakarta IC-Cikampek)

Irra Susiyanti, Kepala Humas corporate PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjelaskan, perpindahan transaksi GT Cikarang Utama ini untuk mengurangi kepadatan antrean di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Selain itu juga didasarkan atas masifnya pembangunan proyek infrastruktur di sepanjang koridor hingga mengakibatkan pergerakan pengguna jalan tol tersendat.

gt cikarang utama 2-saban

“Saat ini tidak memadainya lagi kapasitas transaksi di GT Cikarang Utama akibat adanya pembangunan pier Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) di GT Cikarang Utama yang berdampak pada berkurangnya kapasitas transaksi (menutup enam gardu operasi),” kata Irra.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit menambahkan, relokasi ini sebagai langkah jangka panjang pemerintah untuk mengurangi dampak kemacetan yang terjadi akibat pertumbuhan kendaraan setiap tahunnya. “Terutama untuk merespon arus mudik Lebaran dan balik,” ujarnya. (saban/ys)