Monday, 20 May 2019

Pelaku Aborsi Bisa Dihukum Hingga 99 Tahun

Kamis, 16 Mei 2019 — 10:24 WIB
ilustrasi

ilustrasi

ALABAMA – Negara bagian Alabama di Amerika Serikat pada Rabu (15/5) mengesahkan undang-undang larangan segala bentuk aborsi pada kehamilan, baik karena perkosaan atau inses.

Hukuman berat akan dijatuhkan jika seseorang terbukti melakukan praktik aborsi.

Diberitakan Reuters, undang-undang ini diteken Gubernur Alabama Kay Ivey, politisi Partai Republik, dan akan berlaku dalam waktu enam bulan. Sebelumnya, rancangan undang-undang ini telah mendapatkan restu dari Senat Alabama yang dikuasai Republik.

 “Peraturan ini merupakan pernyataan kuat tentang keyakinan yang dipegang teguh rakyat Alabama, bahwa setiap nyawa sangat berharga dan setiap nyawa adalah berkah suci dari Tuhan,” kata Ivey.

 Undang-undang baru ini sekaligus menghapuskan keputusan Mahkamah Agung AS tahun 1973 soal hak perempuan melakukan aborsi.

alabama

Gubernur Alabama Kay Ivey menandatangani undang-undang larangan aborsi.(Reuters)

 Tahun ini sudah ada 16 negara bagian di AS yang menerapkan larangan aborsi. Empat dari negara bagian itu memiliki peraturan khusus, bahwa aborsi hanya dilarang jika detak jantung embrio telah terdeteksi.

Peraturan di Alabama akan lebih ketat. Aborsi di negara seluruh Alabama akan terlarang dalam semua situasi, termasuk pada kehamilan karena perkosaan atau inses. Aborsi baru boleh dilakukan jika nyawa ibu dalam bahaya.

 Tidak ada hukuman pidana bagi ibu yang melakukan aborsi di Alabama. Namun ada hukuman hingga 99 tahun penjara bagi mereka yang membantu proses aborsi, seperti klinik atau rumah sakit.

 Undang-undang baru ini mendapatkan penentangan dari para aktivis perempuan. Mereka mengatakan bahwa aborsi adalah hak bagi perempuan dan negara tidak berhak mencampurinya.

Rencananya mereka akan mengajukan keberatan ke pengadilan untuk menjegal penerapan undang-undang anti-aborsi.(tri)