Monday, 20 May 2019

PETI Mati Memburu Emas

Kamis, 16 Mei 2019 — 7:22 WIB
sentil-emas

YANG disebut PETI  ini bukan semacam kotak yang dibuat dari kayu, tapi itu kepanjangan dari ‘penggali emas tanpa izin’ atau yang disebut gurandil, penggali emas liar.  Ya, namanya banyak banget sebanyak mereka a pemburu itu yang nggak ada habis-habisnya, padahal korban terus berjatuhan, seperti yang terjdi di bekas penggalian emas Gunung Pongkor, Bogor.

Emas memang selalu diburu, karena di samping sebagai logam mulya yang harganya terus menanjak, juga sangat bagus untuk investasi, dan juga bagi wanita adalah kebanggaan sebagai perhiasan. Nggak heran, bila saat jelang Lebaran begini banyak ibu-ibu yang menyerbu toko emas. Lihat tuh di pasar, toko emas selalu ramai.

Emas juga diburu sebagai mata pencaharian  pengadu nasib. Jadi tak heran jika  tempat penggalian jadi sasaran . Tapi sayang mereka ini para gurandil tidak mengindahkan bahaya bagi dirinya. Lubang-lubang sumber emas itu ternyata sangat rentan bahaya longsor. Juga karena dalamnya galian bisa menimbulkan gas yang sangat berbahaya bagi  manusia.

PETI itu biasanya serombongan masuk ke bekas galian, tanpa persiapan matang. Artinya yang dia pikirkan di sana ada emas. Padahal itu bekas tambang yang ditinggalkan  penambang sebelumnya karena emasnya sudah berkurang atau habis! Jadi, ya para gurandil hanya memperoleh bahaya, kalau nggak tewas yang sakit karena terjebak longsor.

Peristiwa tersebut sering terjadi, tapi kok lokasi tambang masih juga disambangi para gurandil? Ya, sebaiknya bekas galian yang sudah nggak menghasilkan ditutup saja. Tutup artinya, lokasinya dijadikan, misalnya sebagai taman hutan untuk melestarikan alam atau apalah yang penti ng aman bagi manusia. Kasihan banyak PETI mati terkubur di lubang galian maut tersebut.  – (massoes)