Wednesday, 21 August 2019

PKMS: Kota Bekasi Perlu Penataan Ruang Publik yang Pro Rakyat

Kamis, 16 Mei 2019 — 20:48 WIB
Sejumlah tokoh PKMS yang menginisiasi herakan Cinta Kota Bekasi. (chotim)

Sejumlah tokoh PKMS yang menginisiasi herakan Cinta Kota Bekasi. (chotim)

BEKASI – Pusat Kajian Manajemen Strategik (PKMS) mendorong gerakan Cinta Kotaku, yakni cinta kota Belasi.  Pasalnya, hal ini sebagai menjadi elemen penting dalam pembangunan, khususnya di Kota Bekasi.

Demikian salah sati item dalam refleksi dan silaturahmi PKMS di Bekasi. “Cinta Kota Bekasi perlu digalakkan sehingga masyarakat merasa saling memiliki kota yang luar biasa ini,” kata H Siswadi, sesepuh PKMS, Kamis (15/5).

PKMS yang dari awal kelahiran Kota Bekasi sudah berperan, akan terus berupaya aktif dalam membangun dan mengembangkan karakter strategis. Elemen kecintaan daerah ini menjadi penting sehingga masyarakat tahu dan mau berperan di Kota Bekasi.

Kecintaan ini harus diawali dengan lebih mengenal Kota Bekasi. Mengenal potensi, karakter dan keunggulan daerah. Tentu masih banyak ruang yang bisa dilakukan sehingga PKMS bisa lebih berperan.

PKMS adalah Lembaga independent yang memiliki potensi di banyak bidang, memiliki anggota yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, pengusaha, birokrat, teknokrat, ulama dan praktisi sosial. Keunikan ini pula menyebabkan PKMS menjadi lembaga yang kuat yang sampai saat ini sudah 18 tahun kontribusinya masih dilakukan.

Tim PKMS bahkan juga dikenal sebagai tim perumus Visi dan Misi Kota Bekasi “Bekasi Kota Jasa dan Perdagangan Bernuansa Ihsan”.

Selain itu, tim Penyusunan Properda Kota Bekasi, penyusunan Renstra Kota Bekasi, penyusunan Implementasi “Bekasi Kota Jasa dan Perdagangan Bernuansa Ihsan”, Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kota Bekasi (RPJP) dan masih banyak yang lainnya.

Acara silaturrahmi PKMS dihadiri H. Siswadi (Ketua Dewan Pertimbangan PPDI), Hans Munthahar, Haris Budiyono, H.T. Soebekty, Dudi Setyabudhi, Umi Hajar, Abdul Khoir, Hidayat Tri Sutardjo, Sunu Pramono Budi, AB Indrayanto, dan Rektor Institut Bisnis Muhammadiyah Zainuddin. Hadir pula Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto.

Di bagian lain, PKMS memandang bahwa Kota Bekasi perlu penataan ruang publik yang pro rakyat. Ruang sebagai salah satu tempat untuk melangsungkan kehidupan manusia dan juga sebagai sumber daya alam merupakan salah satu karunia Allah SWT. Sehingga ruang wilayah Kota Bekasi bisa merupakan suatu aset yang harus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Bekasi secara optimal.

Sementara itu, Kepala Bappeda pada masa kepemimpinan Walikota Nonon Sonthani, H.T. Soebekty menyoroti kondisi ASN Kota Bekasi, SDM aparatur merupakan pelaksana kebijakan publik yang mengemban tugas dan fungsi-fungsi pelayanan, perlindungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Permasalahan yang muncul sampai saat ini adalah bagaimana kemampuan aparatur memadai dan potensial tanpa menunggu petunjuk dari perintah mengenai apa yang harus dilakukan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Di sisi lain, Dudi Setyabudhi yang jabatan terakhirnya Sekda Kota Bekasi “menyambut baik ide PKMS untuk menggerakan warga Kota Bekasi melalui gerakan budaya cinta Bekasi.

Direktur Pelaksana PKMS, Haris Budiyono menegaskan perlu mendorong kecintaan kota sehingga salah satunya bisa mengantisipasi potensi konflik dari keragaman.

Tri Adhianto, Wakil Walikota Bekasi menyambut baik prakarsa PKMS yang menginisiasi gerakan “Cinta Kotaku”, sehingga ada harapan ke depan agar semakin bersinergi dengan baik untuk menangani permasalahan di Kota Bekasi yang semakin kompleks ini.

“Kami tentu sangat berterima kasih karena semua elemen dibutuhkan dalam pembangunan,” katanya. (chotim/win)