Monday, 22 July 2019

Ramadan Bawa Rezeki Bagi Pedagang Bedug

Kamis, 16 Mei 2019 — 23:55 WIB
Bedug beraneka warna dan ukuran yang dijual di pinggir Jalan KH. Mas Mansyur, Jakarta Pusat. (cw2)

Bedug beraneka warna dan ukuran yang dijual di pinggir Jalan KH. Mas Mansyur, Jakarta Pusat. (cw2)

JAKARTA – Ramadan menjadi momentum meraup rezeki bagi pedagang bedug di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Setiap harinya, tidak kurang tiga bedug laku terjual.

Selama ini di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang telah dikenal sebagai tempatnya penjualan bedug, khususnya selama puasa atau menjelang Lebaran.

Di pinggiran jalan tersebut, baik di sisi kanan maupun kiri berjejer para pedagang bedug musiman. Sebagian besar mereka adalah warga Tanah Abang yang berjualan secara turun temurun.

Boy, mengaku sudah berjualan bedug selama belasan tahun. Bahkan lokasinya tidak berpindah-pindah yaitu di pinggiran Jal KH Mas Mansyur di pertigaan yang mengarah ke Thamrin City.

“Setiap tahun saya dagang di sini, ini lapaknya tidak pindah-pindah. Sudah belasan tahun dagang,” ucapnya, Kamis (16/5) saat ditemui Pos Kota.

Dia mengaku sudah berjualan mulai puasa pertama dan hampir setiap hari ada saja bedug yang terjual. “Belum begitu ramai, tapi Alhamdulillah ada saja, setiap hari paling tidak tiga bedug terjual,” kata Boy.

Saat ini kebanyakan bedug yang terjual masih buat dekorasi, seperti untuk hiasan di toko, mal atau perkantoran. Nanti biasanya pas mulai pertengahan puasa, pembelinya mulai banyak dan untuk takbiran atau di mesjid atau musala.

Dijelaskan, harga bedug bervariasi tergantung dari besar, kecil dan bahannya. Bedug ukuran besar komplet dengan dudukannya harganya Rp 750 ribu, kalau tanpa dudukan Rp 600 ribu, bedug ukuran sedang komplet dengan dudukan Rp 350 ribu, sedangkan bedug kecil harganya Rp 150 ribu. Sedangkan untuk bedug dari bahan kayu harganya lebih mahal karena buatnya lebih susah.

BAHAN BEDUG

Boy menambahkan, saat ini bahan untuk membuat bedug agak sulit dan harganya juga naik. Misalnya untuk satu kulit untuk bedug yang besar harganya Rp 200 ribu. Sedangkan untuk tong atau drumnya juga harus berebutan dan nyarinya di daerah Priok dan Pasar Pagi.

Ramadan tahun ini, dia menyiapkan sekitar 50 bedug dan diharapkan semuanya bisa laku terjual. “Saya stok sekitar 50 bedug, semoga bisa terjual semuanya. Tahun lalu stoknya juga sama dan masih ada sisa lima bedug,” ujar Boy. (tarta)