Tuesday, 21 May 2019

Tol Cipali Siap Melayani Mudik Lebaran, Puncaknya 31 Mei

Kamis, 16 Mei 2019 — 6:01 WIB
GM Operasional PT LMS Suyitno saat memaparkan persiapan Cipali menyambut arus mudik

GM Operasional PT LMS Suyitno saat memaparkan persiapan Cipali menyambut arus mudik

SUBANG – Operator Tol Cipali, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2019 di wilayahnya terjadi pada H-5 atau jatuh hari Jumat (31/5/2019).

“Pada saat puncak arus mudik itu diperkirakan terjadi peningkatan kendaraan mencapai 12 persen atau 109.500 unit kendaraan naik dari puncak mudik 2018 sebanyak 94.597 kendaraan,” jelas General Manager Operasional PT LMS, Suyitno.

Sedangkan untuk puncak arus balik diperkirakan 9 Juni 2019 atau H+3 sebanyak 94.510 kendaraan.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik lebaran di Tol Cipali, lanjut Suyitno, pihaknya terus berbenah meningkatkan mutu pelayanan.

Seperti, merenovasi toilet di rest area, membangun mesjid iconic, juga melakukan penghijauan dengan menanam 6000 pohon di lahan 20 hektar area interchange dan median jalan.

“Pada persiapan menyambut arus mudik Lebaran ini, LMS memerhatikan betul tiga bidang yakni transaksi, lalu lintas dan maintenance,” ujar Suyitno.
Suyitno juga mencermati perubahan fungsi Gerbang Tol Cikarang Utama bergeser ke KM 70 Cikampek Utama akan berdampak terjadinya kemacetan akibat terlalu dekatnya dengan GT Cikampek.

“Konsekuensinya arus pemudik Lebaran dari Jakarta meluber di Cipali. Untuk itu, akan dioperasikan 26 gardu di GT Palimanan dari kondisi normal biasanya dibuka 14 gardu,”jelas dia.

Selain itu, lanjut dia, skema one way atau pemberlakuan satu jalur akan diberlakukan bilamana terjadi kepadatan diruas Cipali.

Potensi yang dapat memicu kemacetan di Cipali pada musim mudik segera ditertibkan seperti seluruh pekerjaan perbaikan jalan dihentikan mulai H-10 dan imbauan kepada pemudik yang memanfaatkan jasa rest area agar jangan berlama lama beristirahat. “Kami imbau jangan terlalu lama di rest area dan lakukan secara bergiliran. Waktu ideal 30 sampai 60 menit,”seru dia.

Berkaitan dengan larangan melintas kendaraan besar di Cipali, Suyitno menyebutkan pihaknya masih menunggu arahan dari Dirjen Hubdar Kemenhub. “Kita belum tahu mulai kapan pemberlakuannya,”kata dia.

Kanit PJR Tol Cipali AKP Azis Saripudin mengatakan, sepanjang 2018 di ruas Tol Cipali terjadi 1197 kasus kecelakaan mengakibatkan 71 meninggal dunia, 243 luka ringan dan 887 luka berat.

“Penyebab kecelakaan bervariasi dari mulai pecah ban, mengantuk,tabrak belakang, kebakaran hingga pindah jalur. Penyebab yang dominan mengantuk tercatat 593 kejadian disusul pecah ban 141 kejadian,”ungkap Azis.

Azis memetakan kecelakaan di Tol Cipali kerap terjadi pada pukul 00.00 hingga 06.00 wib. Terjadinya kecelakaan akibat berkendara kencang rata rata diatas 100 km/jam.

“Alasan saat kami melakukan penindakan, pengemudi berkendara kencang karena jalan bagus dan lurus. Tapi kalau saja berkendara berkecepatan minimal 60 km/jam mungkin pecah ban dan tabrak belakang dapat dihindari,”jelas dia.(dadan/b)