Saturday, 21 September 2019

Ekonomi Sulit Minta Cerai Maka Golok Jadi Jawabnya

Jumat, 17 Mei 2019 — 6:35 WIB
DIA-17-5

BULAN puasa tak boleh marah. Tapi gara-gara setan gundul, Singgih, 40, jadi emosi saat istrinya menuntut cerai. Alasannya pun menyakitkan, penghasilan suami tak jelas. Apakah cuma itu? Singgih menduga istrinya punya PIL. Ketimbang bini mulus diambil orang, Lilis, 33, istrinya langsung dibacok biar cacat dan nggak laku!

Puasa itu menguji kesabaran, mampu nggak mengendalikan hawa nafsu? Ya nafsu makan, nafsu syahwat, nafsu amarah sampai nafsu bergunjing. Paling susah  mengendalikan amarah, karena sering tak sadar telah melakukannya. Maka hadits Nabi mengingatkan, Banyak orang puasa hanya memperoleh lapar dan dahaga. ” Salah satunya juga karena marah-marah melulu, seperti penderita ludira inggil (darah tinggi).

Soimin yang hanya dapat haus dan lapar itu dari Mojokerto di antaranya Singgih. Meski bulan puasa, kalau tersinggung kata-kata tak enak langsung marah. Bukan hanya ngomel, tapi pakai gebrak-gebrak meja, padahal di rumah tak ada Capres kampanye. Istri sering mengingatkan, tapi lupa lagi.

Kenapa orang marah, biasanya karena suasana batin yang tak menguntungkan. Kecewa, malu, sakit hati,  adalah pemicu rasa marah seseorang. Seperti yang terjadi minggu lalu, di kala obyekan gagal melulu, kok Lilis istrinya ujug-ujug minta cerai. Langsung darah naik ke ubun-ubun. Untung setan gundul tak ada, sehingga tak sampai bablas. “Salahku apa, kok kamu mendadak minta cerai?”

Tanpa sungkan dan ragu Lilis menjawab, tak tahan  hidup dalam ekonomi sulit, karena Singgih terus bertahan di PT Tempo, maksudnya: tempo-tempo kerja, tempo-tempo dapat duit. Ini sungguh alasan ironis, jadi istri kok tidak siap menderita bersama suami. Padahal banyak tokoh sukses, yang sewaktu muda juga jadi orang miskin, tapi istrinya tidak minta cerai.

“Ah alasan saja kamu. Jangan-jangan kamu punya PIL ya?” tuduh Singgih dengan galak. Tapi Lilis tak menjawab, kecuali meninggalkan suami yang duduk terbengong-bengong kayak ayam termakan karet. Karena istri diam dan menghindar, Singgih jadi yakin bahwa istrinya punya PIL yang tentunya lebih joss.

Ee, beberapa hari lalu kok kembali tuntutan cerai itu diulangi. Langsung saja emosinya bangkit. Mau gebrak meja, kebetulan di dapur tak ada meja. Singgih tak rela bila istrinya yang cantik itu direbut orang. Karena Singgih membisu, kembali Lilis minta ketegasan, kapan bisa ke Pengadilan Agama urus pereraian itu.

Kebetulan di dapur ada golok. Langsung saja disambar, dan dibacokkan ke tubuh istrinya. “Ketimbang cerai di Pengadilan Agama, mending kamu cerai nyawa dari badan,” kata Singgih sambil menyabetkan golok. Lilis menjerit sampai menjadi layatan. Dalam kondisi luka-luka Lilis dilarikan ke Rumah Sakit sementara Singgih ditahan polisi.

Tak bisa nahan marah, akhirnya jadi tahanan. (Gunarso TS)