Sunday, 18 August 2019

DPP Hanura Sesalkan Pernyataan OSO Terhadap Wiranto

Minggu, 19 Mei 2019 — 14:36 WIB
Marsekal Madya (Purn) Daryatmo saat menyampaikan sikap di kantor DPP Hanura, Jakarta. (ist)

Marsekal Madya (Purn) Daryatmo saat menyampaikan sikap di kantor DPP Hanura, Jakarta. (ist)

JAKARTA – DPP Hanura menyesalkan sikap  Oesman Sapta Odang (OSO) yang menyalahkan Wiranto atas kegagalan menembus ambang batas parliamintary Treshold (PT).

Terlebih pernyataan OSO dikeluarkan di depan Presiden Joko Widodo dalam acara buka puasa bersama.

“Kami menyesali pernyataan yang disampaikan oleh Osman Sapta, sebab  menodai puasa ramadan dimana kita dalam suasana meningkatkan silaturahmi dan disampaikan dihadapan presiden, seharusnya dalam suasana ketat tata krama, itu marwahnya,”  ujar Ketua Umum Hanura kubu ‘Ambhara’, Marsekal Madya (Purn) Daryatmo, di DPP Hanura, Bambu Apus, Jakarta Minggu (19/5/2019)

Menurutnya Wiranto memiliki andil dalam posisi OSO sebagai Ketua Umum Hanura. Dia menyebut terdapat restu dalam jabatan OSO.

“OSO menjadi ketum partai Hanura, kan karena restu Wiranto pendiri partai dan ketum sebelumnya, dikarenakan Wiranto diangkat oleh presiden menjadi menkopolhukam, yang tugasnya mengkoordinasikan masalah yang berkaitan dengan politik, hukum dan keamanan,” tandasnya.

Daryatmo menilai Partai Hanura di bawah kepimpinan OSO bukan semakin solid, tetapi terjadi perpecahan, akibat model kepemimpinan yang mengabaikan mekanisme dan aturan partai dalam mengambil keputusan.

Akibatnya, imbuh dia, mayoritas kader militan partai Hanura melakukan perlawanan dengan menyelenggarakan Munaslub II yang memberhentikan OSO sebagai Ketua Umum partai Hanura.

“Oleh karena itu tidak heran partai kami gagal memenuhi ambang batas PT, namun anehnya, justru OSO menyalahkan Wiranto sebagai penyebabnya.

Tanggung jawab partai Hanura itu ada ditangan OSO bukan ditangan Wiranto sebagai ketua dewan pembina,”ujarnya.

Jadi, lanjutnya,  tidaklah berlebihan apabila kita menduga  OSO mau lari dari tanggung jawab. Dan ini membuktikan keyakinan mayoritas kader, bahwa partai Hanura dibawah kepemimpinan OSO tidak banyak yang bisa diharapkan.

Dia memimta agar OSO bertanggungjawab penuh atas kegagalan Hanura. Daryatmo juga meminta OSO mundur sebagai pimpinan Hanura.

“Untuk itu, kiranya tidaklah berlebihan juga  bila kami kader dan simpatisan Partai Hanura menuntut  Oesman Sapta Odang; Bertanggung jawab atas keterpurukan Partai Hanura pada Pemilu 2019, dengan secara kesatria mundur dari Kepemimpinan Partai Hanura,” pungkas Daryatmo. (ikbal/tri)