Monday, 17 June 2019

Kuasa Hukum Eggi Sudjana Merasa Janggal Dengan Penahanan Kliennya

Minggu, 19 Mei 2019 — 16:04 WIB
Kuasa Hukum Eggi Sudjana Abullad Alkatiri (tengah), ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/5/2019). (cw2)

Kuasa Hukum Eggi Sudjana Abullad Alkatiri (tengah), ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/5/2019). (cw2)

JAKARTA – Tim Kuasa Hukum Eggi Sudjana merasa janggal dengan penahanan sang klien. Mereka pun mempertanyakan dasar penahanan terhadap kliennya. Sebab sang klien dinilai sudah kooperatif dengan penyidik selama pemeriksaan berlangsung.

“Yang kami heran sekitar 14 jam diperiksa tanggal 13 (Mei) itu jam 4 sore sampai 7 pagi diperiksa secara kooperatif dan sebagainya. Tapi pada akhir pemeriksaan dikeluarkan lah surat penangkapan,” ujar Kuasa Hukum Eggi, Abdullah Alkatiri, ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/5/2019).

Padahal menurutnya, penanahan terhadap tersangka dilakukan apabila tersangka tidak kooperatif maupun tidak memenuhi panggilan penyidik untuk pemeriksaan. Sedangkan kliennya menghadiri pemeriksaan yang dijadwalkan oleh penyidik.

“Kami agak heran, dasarnya apa kok orangnya di situ ada penangkapan? Biasanya kan buron dan sebagainya atau tidak mau dipanggil,” kata Alkatiri.

Ia pun heran jika pertimbangan penahanan karena kliennya dinilai tidak kooperatif. Terlebih penilaian ini hanya lantaran Eggi tidak memberikan ponselnya ketika dimintai oleh penyidik. Sebab menurut Alkatiri, seharusnya polisi menyita ponsel pelapor, bukan ponsel milik politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

“Kami dapat kabar bahwa Pak Eggi Sudjana tidak kooperatif karena tidak mau memberikan handphone nya. Ini kan agak aneh, yang seharusnya handphone yang disita itu handphone pelapor. Kita yang dilaporin, bukan penyebaran kebencian loh ini,” serunya.

“Kita dilaporin menggunakan HP pelapor, kok malah HP kami yang disita? Seharusnya yang disita milik pelapornya,” imbuh Alkatiri.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, penahanan terhadap Eggi Sudjana dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya karena dinilai tidak kooperatif dengan penyidik.

“Kemarin saat mau diperiksa, ia menolak dan keluar. Lalu kita mau sita HP-nya tidak dikasihkan, karena itu tujuannya untuk barang bukti. Setelah buka puasa atau Maghrib, yang bersangkutan datang kembali untuk diperiksa. Penyidik dengan senang hati menerima beliau dalam pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/5/2019). (cw2/tri)