Sunday, 25 August 2019

Piket Perdana Posko Pengaduan Warga di Kelurahan Pekojan Masih Sepi

Minggu, 19 Mei 2019 — 16:01 WIB
Lurah Pekojan, Saiful Fuad (kedua dari kiri) bersama Sekel, Yumurdin, operator dan Pamdal saat piket pengaduan warga perdana tingkat kelurahan, Minggu (19/5/2019). (Rachmi)

Lurah Pekojan, Saiful Fuad (kedua dari kiri) bersama Sekel, Yumurdin, operator dan Pamdal saat piket pengaduan warga perdana tingkat kelurahan, Minggu (19/5/2019). (Rachmi)

JAKARTA –  Untuk pertama kalinya jajaran Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat membuka piket pengaduan warga tingkat kelurahan pada Minggu (19/5/2019).

Namun selama dua jam pelayanan berlangsung, belum ada warga yang datang.

“Kami memaklumi pada piket pengaduan tingkat kelurahan perdana ini belum ada warga yang ke sini. Namanya juga masih baru, tapi nanti selanjutnya pasti warga akan antusias,” kata Lurah Pekojan, Saiful Fuad didampingi Sekretaris Kelurahan Pekojan, Yumurdin di posko pengaduan di halaman kantor Kelurahan Pekojan.

Padahal lanjut Saiful, pihaknya sudah berupaya mensosialisasikan piket pengaduan masyarakat di level kelurahan itu dengan memasang spanduk di pintu masuk kantor kelurahan, mengundang warga saat rapat dan menginformasikannya di grup WhatsApp (WA).

Ia menjelaskan piket pengaduan masyarakat di kelurahan tersebut sebagai tindak lanjut Ianjut instruksi Gubernur DKI Jakarta setelah piket pengaduan di tingkat kecamatan yang dilancarkan tahun lalu.

Di hari biasa, layanan untuk menampung aspirasi dan komplain masyarakat ini berlangsung setelah lurah mengadakan kegiatan kerja bakti rutin di wilayahnya.

“Khusus bulan Ramadan tidak ada kerja bakti (K3), jadi kami langsung piket pengaduan mulai pkl:09.00-11.00,” ujar Saiful.

Untuk mengoptimalkan layanan publik di akhir pekan itu, Lurah Pekojan menyiagakan lima petugas piket meliputi satu pejabat kelurahan setingkat kepala seksi (kasie), satu staf kelurahan, satu operator dan 2 pamdal kelurahan.

Juga dilengkapi printer untuk mencetak tanda terima pengaduan masyarakat yang sebelumnya wajib menyerahkan foto kopi identitas seperti KTP untuk bukti laporan. (rachmi/tri)