Monday, 17 June 2019

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Pembacok yang Menewaskan Remaja Peserta SOTR

Minggu, 19 Mei 2019 — 15:01 WIB
Ilustrasi.

Ilustrasi.

JAKARTA –  Polres Jakarta Selatan dan Polsek Setiabudi menciduk satu pelaku pembacokan  yang menewaskan remaja  berusia 16 tahun saat mengikuti Sahur on the road (SOTR), Sabtu (19/5/2019).

Korban diserang oleh kawanan geng motor berbendera hitam di depan Vihara Jl. Prof. Dr. Satrio, Setiabudi, Jakarta Selatan.  Tersangka berinisial N dibekuk di rumahnya pada sore (Sabtu) kemarin.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menerangkan, bahwa pihaknya sebelumnya mengamankan empat orang sebagai saksi untuk dilakukan pemeriksaan.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan dan kami lakukan penangkapan seorang tersangka yang berperan membacok korban dengan clurit,” ucap kapolres kepada Poskota Minggu (19/5/2019).

Menurut kapolres saat ini pihaknya masih menetapkan satu orang tersangka. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain yang dikembangkan penyidik. “Ini kan diduga korban tewas pengeroyokan tidak kemungkinan tersangka akan bertambah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan pihaknya sudah mencocokan bercak darah di barang bukti berupa clurit dengan darah korban. “Sudah dicocokan bahwa itu darah korban,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan Danu Tirta (16), warga Jl. Madu Kalimalang Curug RT 06/08 No. 22 Kel. Pondok Kelapa Kec. Duren Sawitn Jakarta Timur, tewas secara mengenaskan setelah  diseret dan ditusuk dengan benda tajam dari punggung belakang sebelah kanan hingga tembus ke paru-paru.

(Baca: Remaja Tewas Ditusuk Kawanan Geng Motor Berbendera Hitam)

Menurut keterangan Rekan Korban Fajar (22), dan Halim (17),  korban bersama adiknya Ahmad Pisera (14), mengikuti SOTR namun ketinggalan dengan rombongan temannya menggunakan sepeda motor.

Tiba-tiba korban dihampiri  gerombolan  geng motor yang membawa bendera hitam. Kemudian terjadilah cekcok dan selanjutnya korban diseret oleh sejumlah anggota geng motor itu dan ditusuk punggung belakangnya. Setelah itu, para anggota geng motor itu melarikan diri.

Korban sempat dilarikan ke RS Jakarta menggunakan Blue Bird, namun nyawanya tak tertolong.

Tak lama kemudian, Polsek Kebayoran Baru dan Eagle One Polres Jaksel menjaring 23 remaja di depan Al-azhar, Kebayoran Baru, Jaksel, diduga hendak tawuran. Petugas mencurigai adanya bercak darah pada satu dari empat clurit yang disita.

Kemudian empat remaja (sebelumnya tiga-red) dimintai keterangan petugas Polsek Setiabudi untuk mengusut kasus pengeroyokan tersebut. (adji/tri)