Tuesday, 18 June 2019

Polri Gelar Pameran Foto ‘Penjaga Peradaban Dari Polri Untuk Papua’

Minggu, 19 Mei 2019 — 12:28 WIB
Pameran Penjaga Peradaban Dari Polri Untuk Papua'. (ist)

Pameran Penjaga Peradaban Dari Polri Untuk Papua'. (ist)

JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyelenggarakan pameran foto tentang  kehidupan Papua yang bertajuk ‘Penjaga Peradaban Dari Polri Untuk Papua’ di gedung Perpustakaan Nasional di jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta.

Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 pekan di bulan Ramadhan ini, persisnya sejak 13 Mei hingga 24 Mei 2019.

Pameran foto ini diselenggarakan sebagai momentum peringatan satu tahun Satuan Tugas Binmas Noken Polri di Papua, dalam rangka melaksanakan tugas kemanusiaan.

Kombes pol Dr. Eko Rudi Sudarto selaku Kepala Satgas Binmas Noken Polri mengatakan bahwa kegiatan pameran ini bertujuan untuk mengangkat potret kehidupan masyarakat Papua kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Bagaimana potret itu dapat kami sajikan kepada dunia? Ini berjalan bersama kegiatan Polri yang mempunyai suatu program pendekatan kepada masyarakat di Papua melalui Satgas Binmas Noken Polri,” terang Eko Sudarto, Minggu (19/5/2019).

Kegiatan pameran foto Binmas Noken mendapat apresiasi yang sangat baik dari masyarakat. Setiap harinya, ada sekitar 300 orang pengunjung menikmati hasil karya foto yang merupakan kontribusi dari dari lima fotografer, meliputi Edwin Louis Sengka, Victor Merani, Faris Munandar, Daris Aprillah Ari, dan Muhammad Firman Hidayatullah.

Beberapa pengunjung memberikan testimoni bahwa pameran Binmas Noken Papua dianggap unik dan karyanya memiliki kebaruan, yang membuat para pengunjung tertarik datang menikmati karya fotografi.

Dalam penuturan Eko Sudarto, berbagai foto yang diambil oleh para fotografer ini merupakan bagian dari perjalanan berbagai kegiatan Binmas Noken selama satu tahun di Papua. Satgas Binmas Noken Polri mempunyai program pendekatan kepada anak-anak di pedalaman Papua yaitu “Polisi Pi Ajar” atau Polisi pergi mengajar yang bertujuan memberi trauma healing kepada anak-anak di pedalaman Papua.(tri)