Sunday, 25 August 2019

892 Bus Dikandangkan karena Reyot

Senin, 20 Mei 2019 — 4:33 WIB
Calon penumpang menunggu kedatangan bus di terminal. (ilustrasi)

Calon penumpang menunggu kedatangan bus di terminal. (ilustrasi)

JAKARTA – Sebanyak 892 bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dikandangkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta sejak Januari 2019. Ratusan bus tersebut dinilai tidsk laik jalan alias sudah reot. Selain itu, juga menurunkan papan loket 12 perusahaan otobus (PO) yang melanggar tarif.

“Kita terpaksa mengambil tindakan tegas dengan memyetop operasi ratusan bus AKAP karena tidak laik jalan,” kata Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko, Minggu (19/5).

Sigit menegaskan tidak ingin terjadi musibah bagi penumpang sehingga dilakukan pengawasan ketat terhadap kelaikan bus. Ia juga mengatakan masih terus melakukan pemantauan perusahaan bus yang melakukan pelanggaran termasuk harga tiket yang merugikan penumpang.

“Ada 12 PO bus yang yang kita turunkan loket PO-nya karena melanggar aturan soal tarif,” kata Sigit.
Ia mengimbau 180 PO yang beroperasi mematuhi ketentuan. Bila melanggar, akan kena sanksi.

Ia juga mewanti petugas pengelola terminal agar tidak kompromi dengan perusahaan yang melanggar terutama masalah tarif yang tidak sesuai ketentuan.

Dalam periode Januari hingga April 2019, sebanyak 520.516 pengguna jasa bus AKAP menggunakan Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur. (john/yp)