Saturday, 24 August 2019

Dasar Suami Tukang Marah Istri dan Mertua Dibantai

Senin, 20 Mei 2019 — 6:30 WIB
20-DIA-MEI-19

GARA-GARA kemasukan setan gundul, hari pertama puasa Munardi, 36, malah kalap. Istri yang minta cerai, lalu didukung mertuanya, oknum PNS tukang marah-marah ini jadi mata gelap. Atun, 31, ibu mertuanya, tewas dipentung. Bapak mertua dan anaknya menderita luka-luka. Munardi terancam hukuman mati.

Dunia perwayangan, tukang marah adalah Baladewa. Jika dia sudah keluarkan senjata Nenggala, mending wayang lain ngumpet di kotak. Jika tidak bisa jadi korban pembantaian. Padahal pembunuhan di perwayangan tak bisa dituntut pakai pasal-pasal KUHP. Sanksi hukumannya hanya satu, diceburkan ke kawah Candradimuka.

Di kalangan manusia, tukang marah salah satunya Munardi, warga Purworejo (Jateng). Dia kelakuannya mirip Baladewa, mudah tersinggung. Paling ironis, di hari pertama Ramadan 1440 H, dia malah memanjakan kemarahan yang digas ngepol. Nyawa jadi tak ada nilainya, direken seperti nyawa ayam ngkali.

Munardi menikahi Atun 11 tahun lalu. Tapi ternyata, Munardi ini seperti punya penyakit ludira inggil (darah tinggi). Tak boleh dengar kata nylekit (menyakitkan). Sedikit-sedikit marah, kenapa marah hanya sedikit. Tambah bikin keluarganya ketakutan, jika marah Munardi suka gebrak-gebrak meja, padahal dia bukan Capres.

Secara ekonomi mereka juga cukuplah, karena suami istri ini PNS. Tanggal 24 Mei besok mestinya dapat THR bareng. Tapi karena suka emosian, istri dan mertuanya jadi tak suka. Klimaksnya, Atun minta cerai saja, lalu kembalikan pada orangtuaku, niru Betharia Sonata dalam lagu “liver” alias hati yang luka. Ternyata ibu mertua juga mendorong, bahkan siap tanda tangan jika perlu rekapitulasi.

Nah, petisi istri ini bikin Munardi naik darah. Karena istri tetap minta cerai, Munardi jadi kalap, lupa bahwa itu hari pertama puasa. Langsung saja Atun dipentung kayu, pleg…langsung tewas. Ibu mertua dan bapak mertua mau menolong kena hajar pula. Ibu mertua perempuan tewas, bapak metua dan anak semata wayangnya luka berat.

Munardi sempat minum racun, tapi berhasil digagalkan, Setelah dirawat di RS dinyatakan sembuh dan kini ditahan di Polsek Butuh. Munardi kena sanski hukuman mati.

Begitu ya sadisnya suami, gara-gara kemasukan setan gundul. (Gunarso TS)