Monday, 17 June 2019

Dukung Aksi 22 Mei Ini Penjelasan Dinas Kesehatan DKI

Senin, 20 Mei 2019 — 21:16 WIB
Emak emak orasi di depan Kantor Bawaslu Jalan MH. Thamrin.(timyadi)

Emak emak orasi di depan Kantor Bawaslu Jalan MH. Thamrin.(timyadi)

JAKARTA– Beredar di media sosial Dinas Kesehatan DKI mendukung aksi 22 Mei di depan kantor KPU di Jalan Iman Bonjol, Jakarta Pusat. Hal ini sempat dipertanyakan warga ketika melika surat edaran yang disampakain Dinkes DKI.

Namun Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti membantah pihaknya mendukung aksi berjuluk poeple power yang memprotes KPU soal hasil Pemilihan Presiden.
Menurut Widyastuti Dinkes DKI memang sering memeberikan bantuan jika ada kegiatan yang mendatangkan massa yang jumlahnya cukup besar.
“Memang Dinkes DKI tupoksinya menjalankan dukungan kesehatan untuk peristiwa apa pun, termasuk pemilu. Kemarin Asian Games juga, pertandingan bola juga, besok Lebaran kami juga. Jadi kami sudah berbagi tim,” ujar Widyastuti di Kantor Dinkes DKI Jakarta, Senin (20/5/2019).
Sedangkan mengenai 22 Mei Widyastuti menyebut bahwa jajarannya menerima permintaan resmi KPU untuk menyediakan dukungan kesehatan.

“Ini kan ada rangkaiannya, bukan mendadak 21-22, tetapi ada permintaan resmi dari KPU untuk dukungan kesehatan. Kami sudah mulai sejak tanggal 17, bukan berarti kami fasilitasi (aksi pengumpulan massa),” kata dia lagi.

Widyastuti pun meluruskan kabar di kalangan warganet, termasuk soal tanggal 21 Mei yang dijadikan bahan pergunjingan. Dan Kepala Dinkes DKI Widyastuti memastikan jika surat edaran tersebut asli.
Menurut dia, tak ada yang perlu dipermasalahkan soal dukungan kesehatan ini karena jajarannya mengacu pada Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, Permenkes 64 Tahun 2013, serta Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI tentang Koordinasi Bidang Kesehatan dalam rangka kesiapsiagaan pengumuman hasil Pemilu 2019.

Nantinya, Dinkes DKI bakal mengerahkan tim kesehatan yang siaga di 25 titik strategis sehubungan rencana aksi massa 22 Mei di KPU dan Bawaslu. Tersedia pula 82 unit ambulans dengan 42 puskesmas dan 32 RSUD. Total tenaga medis berjumlah 82 dokter, 173 perawaT, dan 82 pengemudi.

Pihaknya juga bekerja sama dengan 10 rumah sakit rujukan, antara lain RSCM, RS Abdi Waluyo, RSUD Tarakan, RS Jantung Harapan Kita, dan RS PELNI. Pasien ber-KTP Jakarta yang terdampak langsung akibat aksi massa dapat mengklaim pendanaan dari APBD Pemprov DKI.(B)