Monday, 17 June 2019

Kasus Pengadaan Kapal, KPK Geledah Tiga Lokasi, Termasuk Rumah Pejabat KKP

Senin, 20 Mei 2019 — 21:32 WIB
KPK (dok/yendhi)

KPK (dok/yendhi)

JAKARTA – Sebagai tidak lanjut kasus pengadaan kapal, KPK bergerak ke tiga lokasi, Senin (20/5/2019), setelah sebelumnya menggeledah kantor PT Daya Radar Utama (PT DRU) dan kantor Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

Hal itu disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin ini. PT DRU merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan.

Tiga lokasi tersebut berada di Menteng, Grogol , dan Bekasi. Tiga rumah tersebut milik direksi dari PT DRU dan pejabat dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan).

“Hasil penggeledahan ini akan kami pelajari lebih lanjut,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarata, Senin, namun dia belum menjelaska lebih rinci identitas dan pihak lain yang digelesah rumahnya.

Menurut Febri, tim KPK sejauh ini mengamankan dokumen-dokumen terkait proses pengadaan dan penganggaran kapal.   KPK juga mengamankan barang bukti elektronik yang relevan untuk penanganan perkara.

“Ada dokumen-dokumen yang kami sita, dokumen itu terkait dengan proses pengadaan tentu saja ya dan juga terkait dengan penganggaran. Kemudian ada barang bukti elektronik juga yang kami amankan dari beberapa lokasi tersebut kalau dari kemarin Jumat,” ujar Febri.

Dijelaskannya, barang bukti elektronik yang diamankan, berupa hard disk, compact disk dan jenis bukti elektronik lainnya.  KPK menemukan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan kapal itu. Meski demikian, Febri belum bisa menjelaskan secara rinci kasus dugaan korupsi ini serta siapa saja yang terjerat.

“Kalau soal materi perkaranya saya belum bisa konfirmasi saat ini, tapi memang ada proses penyidikan dugaan korupsi pengadaan kapal yang sedang kami dalami prosesnya. Kami sudah menemukan dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus ini,” ujar dia.

Menurut Febri, dugaan sementara kerugian keuangan negara terkait kasus ini lebih dari Rp 100 miliar. “Sehingga kami harus sangat cermat dan mengumpulkan bukti sebanyak mungkin dan sekuat mungkin. Akan kami umumkan semoga besok atau lusa, kami sudah bisa sampaikan ke publik. Itu sepenuhnya tergantung nanti apakah tindakan tindakan awal oleh penyidik itu sudah selesai,” ungkapnya. (*/win)