Sunday, 25 August 2019

Menhub: Arus Mudik Lebaran 2019 akan Lancar

Senin, 20 Mei 2019 — 19:22 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memaparkan 'Mudik Aman dan Lancar'. (rizal)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memaparkan 'Mudik Aman dan Lancar'. (rizal)

 

JAKARTA –  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  mengatakan,  arus mudik Lebaran tahun 2019  akan berlangsung aman dan lancar. Sejumlah persiapan kini tengah dilakukan Kemenhub dengan pihak terkait.

“Mudik aman dan lancar ini adalah amanat dari Pak Presiden, beliau ingin mudik tahun ini lebih lancar. Kami bersama-sama dengan Polri dengan ESDM PUPR terhadap apa yang ada dan bagaimana kita mendayagunakan fasilitas,” ujar Budi saat diskusi di Forum Merdeka Barat 9, dengan tajuk ‘Mudik Aman dan Lancar’ di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Selain itu, Budi Karya mengatakan,  pemerintah akan membahas keluhan yang disampaikan oleh pengusaha bus melalui surat terbuka terkait pemberlakuan kebijakan satu arah (one way) selama Lebaran 2019.

Budi memaklumi kehadiran surat terbuka itu. Pasalnya, agenda dengar pendapat yang digagas Kemenhub untuk mendengar semua keluhan pemangku kepentingan tidak berjalan maksimal.

“Waktu kami ke Jabar-Jatim, Otobus, Organda sudah ikut untuk kasih pendapat. Tapi tidak maksimal. Ada kemarin surat terbuka kami akan bahas. Dirjen Perhubungan Darat juga akan membahas,” ucap Budi.

Ia juga  merespons surat terbuka yang dilayangkan Ikatan Pengusaha Muda Otobus Muda Indonesia (IPOMI). Pasalnya, mereka mengaku kecewa atas pemberlakuan kebijakan satu arah selama mudik dan arus balik Lebaran 2019. Sebab, menurut IPOMI, hal itu dapat menyebabkan bus yang mereka operasikan terlambat.

“Kemenhub telah berupaya melakukan sosialisasi dengan harapan agar semua pihak dapat segera memberi respons. Ada sedikit keterlambatan respons sehingga muncul permintaan untuk tak memberlakukan aturan satu arah itu.Hal ini akan dikaji. Terutama bersama Korlantas yang memiliki kewenangan menjalankan kebijakan itu. Ini masih terbuka untuk dibicarakan,” ucap Budi.

Dalam diskusi yang sama  Kepala Korlantas Polri, Refdi Andri mengatakan rencana pemberlakuan satu arah ini sifatnya situasional dan belum tentu selama 24 jam. Menurut dia, informasi ini akan terus disampaikan kepada masyarakat.

Sehingga, masyarakat dapat memperhitungkan tanggal keberangkatannya, meskipun ada kemungkinan dapat berpengaruh pada keberangkatan sejumlah titik. Terutama agar tidak terdampak oleh kebijakan satu arah. “Kami akan sampaikan agar masyarakat siap dengan keberangkatannya,” ucap Refdi. (rizal/win)