Sunday, 25 August 2019

Walikota Panen Timun Urban Farming di Bintaro

Senin, 20 Mei 2019 — 18:57 WIB
Walikota panen timun hasil urban faming.  (Wandi)

Walikota panen timun hasil urban faming. (Wandi)

JAKARTA  – Urban farming, tanaman timun yang berada di sekitar Perumahan Bukit Mas, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mulai dapat dipanen dan dinikmati. Tanaman ini ditanam oleh warga di sejumlah lahan kosong yang ada di kawasan tersebut, Senin (20/5/2019).

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah memberikan apresiasi tinggi terhadap warga yang melakukan urban farming (pertanian perkotaan) ini. Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh warga dan pihaj Kelurahan Bintaro dalam memanfaatkan lahan kosong sangat lah baik dan bermanfaat untuk sekitar.

“Ini suatu model optimalisasi lahan yang dimiliki oleh pemda. Lahannya agak luas sekitar satu hektar. Ini benar-benar secara kreatif dalam  memanfaatkan lahan kosong. Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh teman-teman di kelurahan, dan di support oleh pihak kecamatan, dan pihak sektoral lainnya,” kata Marullah Matali, Senin (20/5).

Walikota  melihat, produk pertanian yang dihasilkan dari urban faming ini sangatlah bagus. Hal tersebut,  lantaran ditopang tidak hanya dengan bibit yang baik, namun juga dari kontur tanah yang memang cocok untuk digunakan sebagai lahan pertanian.

“Kayak timun saja. Timunnya besar-besar. Baik dan bagus. Di sini juga ditanam jagung. Hasilnya pun memuaskan. Ini masih ada lahan tidur yang lain. Diharapkan lahan tersebut dapat dimanfaatkan dan dioptimalkan oleh teman-teman di sini,” terangnya.

Sementara itu Lurah Bintaro Dimas Prayudi menambahkan, tanaman yang ditanam dalam lahan ini merupakan tanaman yang produktif. Ini sengaja dilakukan karena selain pembudidayaan dan perawatannya sangat mudah.

“Seperti jagung, timun, kacang dan jahe. Sebenarnya arahnya untuk tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman sehari-hari. Tetapi butuh proses. Mudah-mudahan satu tahun ke depan bisa lebih kelihatan lagi,” kata Dimas Prayudi.

Sedangkan, Gusti Ayu Made, seorang warga Perumahan Bukit Mas,  mengaku sangat mendukung penuh adanya urban farming di lingkungannya. Bahkan kerena  dirinya juga mengusulkan agar kedepan lahan-lahan yang kosong dimanfaatkan untuk tanamin tanaman yang bermanfaat bagi warga.

“Awalnya ini merupakan usulan warga. Ingin agar lahan yang kosong, yang tidak terawat, dibantu untuk menjadi lahan yang lebih produktif. Kebetulan dua tahun terakhir ini pak lurah sering ke sini. Akhirnya kita sepakat untuk menanam tanaman yang bermanfaat untuk warga dan sekarang hasilnya bisa kita nikmati bersama,” kata Gusti Ayu Made. (wandi/win)

Walikota Panen Timun Urban Farming di Bintaro

JAKARTA  – Urban farming, tanaman timun yang berada di sekitar Perumahan Bukit Mas, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mulai dapat dipanen dan dinikmati. Tanaman ini ditanam oleh warga di sejumlah lahan kosong yang ada di kawasan tersebut, Senin (20/5/2019).

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah memberikan apresiasi tinggi terhadap warga yang melakukan urban farming (pertanian perkotaan) ini. Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh warga dan pihaj Kelurahan Bintaro dalam memanfaatkan lahan kosong sangat lah baik dan bermanfaat untuk sekitar.

“Ini suatu model optimalisasi lahan yang dimiliki oleh pemda. Lahannya agak luas sekitar satu hektar. Ini benar-benar secara kreatif dalam  memanfaatkan lahan kosong. Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh teman-teman di kelurahan, dan di support oleh pihak kecamatan, dan pihak sektoral lainnya,” kata Marullah Matali, Senin (20/5).

Walikota  melihat, produk pertanian yang dihasilkan dari urban faming ini sangatlah bagus. Hal tersebut,  lantaran ditopang tidak hanya dengan bibit yang baik, namun juga dari kontur tanah yang memang cocok untuk digunakan sebagai lahan pertanian.

“Kayak timun saja. Timunnya besar-besar. Baik dan bagus. Di sini juga ditanam jagung. Hasilnya pun memuaskan. Ini masih ada lahan tidur yang lain. Diharapkan lahan tersebut dapat dimanfaatkan dan dioptimalkan oleh teman-teman di sini,” terangnya.

Sementara itu Lurah Bintaro Dimas Prayudi menambahkan, tanaman yang ditanam dalam lahan ini merupakan tanaman yang produktif. Ini sengaja dilakukan karena selain pembudidayaan dan perawatannya sangat mudah.

“Seperti jagung, timun, kacang dan jahe. Sebenarnya arahnya untuk tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman sehari-hari. Tetapi butuh proses. Mudah-mudahan satu tahun ke depan bisa lebih kelihatan lagi,” kata Dimas Prayudi.

Sedangkan, Gusti Ayu Made, seorang warga Perumahan Bukit Mas,  mengaku sangat mendukung penuh adanya urban farming di lingkungannya. Bahkan kerena  dirinya juga mengusulkan agar kedepan lahan-lahan yang kosong dimanfaatkan untuk tanamin tanaman yang bermanfaat bagi warga.

“Awalnya ini merupakan usulan warga. Ingin agar lahan yang kosong, yang tidak terawat, dibantu untuk menjadi lahan yang lebih produktif. Kebetulan dua tahun terakhir ini pak lurah sering ke sini. Akhirnya kita sepakat untuk menanam tanaman yang bermanfaat untuk warga dan sekarang hasilnya bisa kita nikmati bersama,” kata Gusti Ayu Made. (wandi/win)