Saturday, 21 September 2019

Antisipasi Gerakan People Power, Polres Way Kanan Intensif Razia Malam

Selasa, 21 Mei 2019 — 10:33 WIB
Tingkatkan Keamanan,  TNI dan Polri menggelar razia, Senin  (20/5/2019) malam, di Way Kanan. (koesma)

Tingkatkan Keamanan, TNI dan Polri menggelar razia, Senin (20/5/2019) malam, di Way Kanan. (koesma)

LAMPUNG – Polres Way Kanan dan jajaran menggelar razia, Senin (21/5/2019) malam. Kegiatan ini dalam rangka menciptakan kondisi aman selama Ramadan dan Idulfitri serta menjelang pengumuman Pemilu yang disinyalir akan ada aksi people power.

Razia digelar mulai pukul 22.00 WIB dipimpin langsung Kapolres Way Kanan, AKBP Andy Siswantoro, didampingi Dandim 0427 Way Kanan, Letkol Czi Komara. Selain itu turut pula pejabat utama Polres Way Kanan, Perwira Kodim 0427 Way Kanan, petugas gabungan dari Kodim 0427 Way Kanan, Satlantas, Satsabhara, Satintelkam, Satreskrim dan Satnarkoba Polres Way Kanan berjumlah 80 Personil.

Dalam kegiatannya, Kapolres, Dandim dan anggota TNI Polri melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas di Tugu Simpang Empat, Kampung Negeri Baru, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan.

“Petugas melakukan pemeriksaan kendaraan yang meliputi identitas penumpang, tujuan penumpang, barang-barang yang dianggap terlarang yang dibawa penumpang dan surat-surat kendaraan, dengan sasaran senjata api, bahan peledak, narkotika, dan barang berbahaya lainnya. Kegiatan razia atau pemeriksaan ini dilakukan dengan cara humanis,” ujar Kapolres.

Hasil pemeriksaan kendaraan, petugas tidak menemukan barang terlarang, seperti narkotika, bahan peledak, ataupun senjata api.

Kendati begitu, Kapolres Way Kanan selalu mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan berlalu lintas. Selain itu juga meminta masyarakat untuk dapat menghormati apapun hasil dari Pemilu 2019.

“Kalaupun ada hal-hal tertentu terkait hasil Pemilu maka sudah ada jalurnya sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan oleh peraturan dan perundangan-undangan,” ungkap AKBP Andy.

Terkait dengan rencana aksi pada 21 dan 22 Mei 2019 di Jakarta, Kapolres meminta agar masyarakat tidak ikut serta dalam kegiatan itu. “Karena kegiatan itu arah-arahnya adalah inskonstitusional yang ditakutkan ujungnya mengarah pada makar dan hal itu merupakan pelanggaran hukum dan pidana, konsekuensinya cukup berat,” imbuhnya.

“Kita harus menerima apa yang menjadi keputusan KPU, karena KPU adalah lembaga negara yang dipercaya untuk mennetukan hasil dari Pemilu,” tuntas Kapolres Way Kanan. (koesma/ys)