Monday, 17 June 2019

Prabowo : Yang Melakukan Kekerasan Bukan Pendukung Saya

Selasa, 21 Mei 2019 — 6:13 WIB
Prabowo Subianto , calon presiden nomor urut Ii pada Pilpres 2019. ((Yendhi)

Prabowo Subianto , calon presiden nomor urut Ii pada Pilpres 2019. ((Yendhi)

JAKARTA – Calon Presiden Prabowo Subianto mengaku telah mendapat laporan adanya isu yang hendak melakukan kekerasan saat menggelar aksi unjuk rasa menjelang Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyelesaikan rekapitulasi suara Pemilu 2019.

Hal itu dikemukakan oleh Prabowo dalam rekaman video berdurasi 7 menit 18 detik didampingi pendukungnya termasuk Neno Warisman. Dia mengatakan bahwa oknum yang hendak anarkis bukanlah pendukungnya.

“Jadi saudara-saudara kami dapat laporan ada banyak isu-isu katanya ada yang mau bikin aksi kekerasan itu bukan pendukung-pendukung kami dan itu bukan sahabat-sahabat saya. Bukan sahabat-sahabat kami, sekali lagi apapun tindakan lakukan dengan damai,” kata Prabowo, Senin (20/5/2019) malam.

Prabowo meminta kepada aparat penegak hukum tetap mengayomi rakyat yang hendak melakukan unjuk rasa termasuk di depan gedung KPU RI. Sebab, kegiatan penyampaian pendapat telah dijamin oleh undang-undang.

“Tidak ada niat kami untuk makar. Tidak ada niat kami untuk melanggar hukum, justru kami ingin mengamankan hukum. Kami ingin menegakan kebenaran dan keadilan, katakanlah yang benar itu benar dan yang salah itu salah,” tegas Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus ini kembali menekankan kepada pendukungnya agar perjuangan tidak dibumbui dengan aksi kekerasan. Meski dia sebut banyak pendukungnya mantan prajurit TNI yang mengerti akan perang namun kekerasan tidak dibenarkan dalam kehidupan politik di Indonesia.

“Saudara sekalian memang berat jalan non violance, anti kekerasan, memang berat, tapi sejarah membuktikan kadang-kadang justru yang berat itu yang akan membawa kebaikan bagi semuanya. Kalau diprovokasi saya mohon jangan membalas,” ujar Prabowo.

Bahkan dia meminta pendukungnya tidak membalas ketika dipukul atau disakiti karena sebagai seorang ksatria harus memikul beban berat dan sebagai pendekar tidak boleh gentar dengan cobaan berat.

“Marilah kita berdoa agar hari-hari yang akan datang adalah hari yang akan bawa kebaikan bagi seluruh bangsa dan negara rakyat Indonesia,” tandas Prabowo. (Yendhi/b)