Friday, 20 September 2019

Menpora Berharap Zohri jadi Inspirasi Atlet Muda di SEA Games 2019

Rabu, 22 Mei 2019 — 18:34 WIB
Lalu Muhammad Zohri , sprinter Indonesia. (Instagram/Pasi Pusat)

Lalu Muhammad Zohri , sprinter Indonesia. (Instagram/Pasi Pusat)

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi turut bangga dengan pencapain pelari andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri di usia yang masih muda. Ia juga berharap pencapaian Zohri bisa turut menginspirasi para atlet muda Indonesia lainnya.

Zohri tercatat menjadi atlet pertama asal Indonesia yang memastikan diri lolos ke Olimpiade Tokyo tahun depan setelah finis di urutan ketiga nomor 100 meter putra pada Golden Grand Prix 2019 di Osaka, Jepang, akhir pekan kemarin.

Atlet berusia 18 tahun itu berhasil mencatatkan waktu 10,03 detik, atau unggul 00,02 detik dari batas limit yang disyaratkan untuk lolos ke Olimpiade 2020. Catatan itu juga mempertajam rekor nasional dan Asia Tenggara, untuk nomor 100 meter miliknya.

Imam menuturkan, pencapaian Zohri tersebut semakin membuktikan bahwa atlet junior wajib diberikan kesempatan tampil di berbagai ajang seperti SEA Games 2019.

“Jika semua dilakukan dengan maksimal, peluang untuk menjadi yang terbaik akan terbuka. Seperti yang terjadi pada Zohri. Atlet muda jangan berkecil hati. Ayo tunjukkan kemampuan terbaikmu,” katanya, di sela-sela media gathering di Bogor, belum lama ini.

(BacaZohri Tembus Kualifikasi Olimpiade 2020, Menpora: Indonesia Bangga)

“Indonesia banyak dihadapkan dengan kejuaraan internasional dan yang paling dekat adalah SEA Games 2019. Kami harapkan 60 persen dari atlet ini nanti berasal dari atlet junior untuk memberikan mereka jam terbang, pengalaman, sekaligus semangat baru agar mereka bisa melampaui seniornya atau bahkan mereka menjadi juara,” jelas pria asal Bangkalan, Madura itu.

Pada SEA Games 2019 nanti, Indonesia akan turun di 51 dari 56 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Hanya saja banyak cabor yang belum melakukan pemusatan latihan karena terkendala beberapa hal termasuk anggaran.

(BacaZohri, Bintang Atletik Masa Depan Indonesia)

Namun, beberapa cabor tetap konsiten menjalani pemusatan latihan secara mandiri seperti atletik, wushu hingga balap sepeda. Untuk cabor lain banyak atletnya yang dikembalikan ke klub dengan berbagai kendala.

“Untuk saat ini saya belum menerima laporan secara detail terkait cabor-cabor yang masih terkendala untuk menjalani pemusatan latihan. Kalau ada kendala, baik itu soal administratif, izin, dan sebagainya, sebaiknya dibicarakan kepada kami selagi kami bisa membantu mereka. Kami pasti akan selalu membantu dan tidak ingin mempersulit mereka,” tuntasnya. (junius/ys)