Thursday, 27 June 2019

Warga Terlibat Tawuran Kartu Jakarta Pintar Bakal Dicabut

Rabu, 22 Mei 2019 — 17:14 WIB
Camat Mampang Praparan,  Nasrudin Abu Bakar.  (wandi)

Camat Mampang Praparan, Nasrudin Abu Bakar. (wandi)

JAKARTA – Warga Mampang Prapatan,Jakarta Selatan diimbau tidak gelar Sahur On the Road (SOTR). Sebab dikhawatirkan dengan mengikuti kegiatan SOTR, berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Imbauan ini disampaikan oleh Camat Mampang Prapatan Nasrudin Abu Bakar. Menurut, dari pada SOTR lebih baik anak melakukan sahur di rumah bersama keluarga ketimbang di jalan atau di luar.

“Setiap pertemuan dengan warga, kami selalu menyampaikan mengenai dampak buruk dari kegiatan SOTR. Makanya dibandingkan manfaat, sepertinya banyak mudaratnya. Lebih baik di rumah. Kumpul sama keluarga. Manfaatkan momen baik di bulan Suci Ramadan ini,” terangnya.

Nasrudin menyampaikan, bersama TNI dan Polri, Kecamatan Mampang Prapatan setiap malam terus memantau wilayah. “Setiap malam kami bersama TNI dan Polri memantau wilayah, juga melalui rekan FKDM yang melakukan tugas dan fungsi deteksi dini dengan baik di wilayahnya,” tutur Nasrudin Abu Bakar, Rabu (22/5).

Oleh karena itu, Nasrudin juga mengimbau kepada orang tua, mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. Apabila kedapatan melakukan tawuran, maka pemerintah akan mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) anak tersebut.

Imbauan untuk tidak mengelar SOTR ini karena dirinya melihat ada beberapa anak yang menjadi korban. Selain itu juga sering terjadi benturan antara satu dengan yang lainnnya. (wandi/b)