Monday, 17 June 2019

Antisipasi Mudik Lebaran, di Tol JORR Diberlakukan Contra Flow

Kamis, 23 Mei 2019 — 19:56 WIB
tol jorr(toga)

BEKASI -Jelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2019, PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ), selaku pengelola Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (Jalan Lingkar Luar Jakarta/JORR), membentuk Tim Khusus menghadapi peningkatan volume kendaraan.

“Kami menyiagakan tim itu sejak H-10 hingga H+10 dan dibantu unsur Polri dan aparat Pemda,” ujar Ricky Distawardhana, Direktur Utama PT JLJ, Kamis (23/5/2019).

Selain itu kebijakan lawan arus saat musim mudik Lebaran 2019 demi mengantisipasi kepadatan volume kendaraan yang terfokus di simpang susun Cikunir.

“Kebijakan ini melengkapi kebijakan yang sudah pernah kami lakukan di musim mudik sebelumnya, yakni memutarkan kendaraan melalui Kalimalang,” jelas Ricky Distawardhana saat menggelar rilis kesiapan PT JLJ menghadapi musim mudik.

Ricky mengatakan, dari wilayah tugas PT JLJ yang membentang mulai dari Taman Mini Indonesia Indah hingga Rorotan, titik yang selalu menjadi fokus perhatian memang simpang susun Cikunir. Sebab titik tersebut merupakan pertemuan arus kendaraan dari JORR juga tol Jakarta-Cikampek.

“Ditambah lagi sejumlah proyek strategis nasional juga tengah dikerjakan di sana, antara lain Jakarta elevated, Light Rail Transit, dan kereta cepat Jakarta-Bandung, sehingga kepadatan di titik ini sangat tinggi,” ucapnya.

Imbas antrean kendaraan di simpang susun Cikunir tersebut, disebut Raddy bisa mengekor hingga area Taman Mini Indonesia Indah. Oleh karena itu, demi mengurai antrean kendaraan, mulai musim mudik tahun ini pihaknya memutuskan memberlakukan kebijakan lawan arus atau contra flow.

Kebijakan lawan arus ini dilakukan dengan mengalihkan kendaraan ke jalur arah sebaliknya mulai dari km 41+200 selepas Jatiasih hingga 45+200. Dengan kebijakan ini, kendaraan tidak perlu mengantre untuk bisa melintasi simpang susun Cikunir.

“Kendaraan bisa melaju lurus terus sejauh 4 kilometer sampai jelang pintu tol Pondok Kelapa/Kranji. Dari sana, kendaraan tetap bisa melanjutkan perjalanan, baik menuju Bintara hingga Tanjung Priuk, juga bila bermaksud menuju tol Jakarta-Cikampek,” katanya.

Demi menghindari kepadatan di simpang susun Cikunir tersebut, kendaraan yang menuju tol Jakarta-Cikampek akan diarahkan memutar di Kalimalang yang akan dipasangi ‘barrier’ untuk menghindari percampuran dengan kendaraan di jalan biasa.

“Kendaraan bisa masuk kembali ke tol melalui arah sebaliknya tanpa dikenai transaksi tambahan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ricky juga menyampaikan prediksi puncak arus mudik melalui JORR diperkirakan terjadi dua kali, yakni pada H-6 (Kamis, 30/5/2019) serta H-3 (Minggu, 2/06/2019).

“Saat puncak arus mudik, kami perkirakan kendaraan yang melintas JORR bisa sampai 130.833 unit,” katanya.

Ricky juga menanggapi pemberlakuan kebijakan ‘one way’ di tol Jakarta-Cikampek. Menurut dia, meskipun saling terkoneksi, tapi imbas kebijakan ‘one way’ tidak akan terlalu berpengaruh pada lalu lintas di JORR.

“Sebab kebijakan ini sudah disampaikan jauh-jauh hari dengan segala persiapannya, sehingga kami pun siap mengantisipasinya. Berbeda dengan pemberlakuan kebijakan serupa tahun lalu yang diputuskan mendadak sehingga membuat JORR ikut kena imbas,” katanya.

Sebelum rilis, PT JLJ juga melakukan apel gelar pasukan penyelenggara arus mudik dan arus balik yang melibatkan personel dari Patroli Jalan Raya, tim medis, derek kendaraan, pengamanan, juga petugas gerbang tol. (saban/b)