Monday, 17 June 2019

Bawa Ambulan Berlogo Gerindra Dibekali Uang Operasional Rp 1,2 Juta

Kamis, 23 Mei 2019 — 19:01 WIB
Mobil ambulance berlogo Partai Gerindra berisikan batu diamankan Polda Metro Jaya

Mobil ambulance berlogo Partai Gerindra berisikan batu diamankan Polda Metro Jaya

JAKARTA – Ternyata Ketua DPC Gerindra Tasikmalaya yang memerintahkan tersangka Y, I dan O membawa mobil ambulan berlogo Partai Gerindra yang berisikan batu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, Ketua DPC Gerindra Tasikmalaya ini juga turut memberikan uang operasional berangkat dari Tasikmalaya ke Jakarta.

“Dia (para tersangka) dibekali uang Rp. 1,2 juta untuk operasional,” kata Argo di Mainhall Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/5/2019).

Namun ia menjelaskan kalau tersangka belum mengungkapkan dari mana batu-batu yang berada di dalam mobil ambulanitu berasal. Pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap lima tersangka.

“Dari pelaku ini belum memberikan keterangan, yang masang siapa, yang bawa (batu) siapa, yang perintah siapa. (Ini) masih kita dalami,” kata Argo.

Sebelumnya ia menjelaskan, tersangka yang diamankan dari mobil ambulan tersebut yakni lima orang. Tiga berasal dari Tasikmalaya, yakni Y (supir), I (Sekretaris DPC Tasikmalaya), dan O (Wakil Sekretaris DPC Tasikmalaya), serta dua tersangka lainnya berasal dari Riau dengan inisial HS dan SGC.

“(Mereka) bertiga (Y, I dan O) menggunakan mobil ambulan berangkat ke Jakarta karena ada intruksi. Karena diperintahkan berangkat ke Jakarta bahwa kalau (kemungkinan) ada korban di kegiatan 22 Mei. Ada perintah dari Ketua DPC kemudian mereka bertiga berangkat ke Jakarta. Tujuan mengirimkan ambulanke Jakarta untuk membantu korban di kegiatan 22 Mei,” terang Argo.

Begitu tiba di kawasan Cokroaminoto, Jakarta Pusat, ketiga tersangka membawa dua penumpang lainnya yang belakangan ditetapkan pula menjadi tersangka, yakni HS dan SGC. Kedua tersangka ini berasal dari Riau dan merupakan simpatisan Prabowo – Sandi.

Begitu HS dan SGC menumpangi mobil ambulan, mobil itu berangkat menuju Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jakarta Pusat. Dari sana kemudian diketahui kalau mobil ambulance tersebut berisikan batu. (cw2/b)