Monday, 17 June 2019

Imbas Kerusuhan 22 Mei, PT KCI Mengalami Kerugian Ini

Kamis, 23 Mei 2019 — 20:17 WIB
Direktur Utama KCI, Wiwik Widayanti. (Yendhi)

Direktur Utama KCI, Wiwik Widayanti. (Yendhi)

JAKARTA  –  Kerusuhan yang terjadi dua hari berturut-turut pada 21 dan 22 Mei 2019 juga berdampak pada pelayanan Kereta Commuter Indonesia (KCI). Tercatat jumlah penumpang turun hingga ratusan pelanggan.

Direktur Utama PT. KCI, Wiwik Widayanti, menjelaskan pada Selasa (21/5/2019) jumlah penumpang mencapai lebih dari satu juta pelanggan dan menjadi sekitar 700 penumpang pada hari berikutnya.

“Kalau untuk volume penumpang hilang sekitar 300 ribu penumpang di tanggal 22 Mei. Pada 21 Mei sekitar 1 juta volume penumpang, tanggal 22 menjadi 728ribu volume penumpang karena dua stasiun di tutup,” kata Wiwik di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019).

Wiwik menjelaskan dua stasiun yang terpaksa dilakukan penutupan demi menjaga keselamatan para penumpang. Apalagi sempat ada insiden pelemparan terhadap KRL karena lokasi bentrokan di atas Stasiun Tanah Abang yakni fly over Jati Baru arah Slipi.

“Kami mengutamakan keselamatan aset di Stasiun Tanah Abang dan keselamatan penumpang. Aksi masa di flyover Jati Baru di atas peron-peron ini kan bahaya. Yang dilempar kan ada batu yang ditakuti bahan mudah terbakar. Oleh karena itu peron Stasiun Tanah abang dikosongkan. Kereta juga kami kosongkan,” papar Wiwik.

Kendati demikian, Wiwik enggan merinci nominal kerugian yang dialami KCI bagi dia kesempatan penumpang yang lebih penting. Apresiasi dia sampaikan untuk petugas keamanan serta personel TNI-Polri yang telah sigap turut mengamankan aset stasiun.

“Kerugian jelas ada. Tim pengamanan bekerja sama TNI Polri. Stasiun baik-baik saja. Ada support penumpang juga yang bersama menjaga. Masalah yang ada pelemparan ke stasiun Tanah Abang itu di luar memberi kekhawatiran, di dalam stasiun kondusif,” tandas Wiwik. (Yendhi/win)