Wednesday, 26 June 2019

Ngakunya Kanjeng Sultan Tapi Kok Demen Celamitan

Kamis, 23 Mei 2019 — 7:40 WIB
sultancelamtian

NAMA aslinya E. Durjana, 54, tapi demi urusan syahwat diganti jadi Kanjeng Sultan. Kakek dari Kebumen itu mengaku mampu mengantarkan orang masuk surga lewat ritual. Ritual berujung seksual itu makan korban ABG Nurul, 15. Begitu tahu putrinya dinikah siri dukun, langsung Kanjeng Sultan celamitan itu dilaporkan ke polisi.

Dukun sering menjadi kedok untuk penipuan. Ada yang target keuangan, ada pula yang bertarget goyangan, ada pula dukun yang dapat dua-duanya, ya dapat benggol, dapat pula bonggol. Jika belum ketahuan, dia sangat dihormati pasien dan keluarganya. Tapi jika sudah terbongkar, jadi bahan omelan bahkan akhirnya ke pengadilan.

E. Durjana warga Desa Tepak sangat dihormati di kampungnya. Karena ilmu agamanya lumayan, dia juga disebut Kyai Sawal. Paling mengerikan, dia mengklaim punya nama Kanjeng Sultan. Berani amat. Itu kan nama raja Yogyakarta. Mending ganti nama jadi Sultan Saladin atau Sultan Jorgi, pasti tak ada yang mengkritisi.

Alkisah, Kanjeng Sultan ini diam-diam tertarik pada ABG Nurul warga sekampungnya. Kyai yang tak ikut demo 22 Mei di Jakarta ini pengin banget bisa memetik si bunga mawar, seperti lagunya Tety Kadi di tahun 1967-an. “Oo bunga mawar lekaslah mengembang, kuingin memetik dikau, berapa lama kuharus menunggu, tak sabar rasa hatiku…..”.

Ya, memang sudah lama Kanjeng Sultan “ngersakake” (menginginkan) si Nurul, sejak dia duduk di SMP. Setelah SMA, penampilannya menjadi lebih dewasa, barulah Kanjeng Sultan melancarkan hasratnya. Pada Nurul dan anggota keluarganya dia menjanjikan punya ritual yang bisa mengantar orang ke surga dan dijauhkan dari api neraka. Ternyata mereka percaya, karena di kampung disebut juga Kyai Sawal.

Keluarganya mengizinkan Nurul jadi wasilah (perantara) ritual ke surga versi dukun Kanjeng Sultan itu. Tanpa sepengetahuan orangtuanya, gadis ABG itu dikawin siri dan dengan kedok ritual, malam harinya disetubuhi, karena katanya sudah halalan tayiban wa asyikan.

Nurul sendiri tak menyangka prosesi pendekatan surga kok seperti itu. Maka dia lalu mengadu ke orangtuanya. Tentu saja enyak-babe terkaget-kaget. Mbah Kyai Sawal dilabrak, bagaimana ceritanya ke surga kok lewat persetubuhan, dengan mengorbankan anak kandungnya. “Paling tidak kan surga dunia, Bu.” Jawab Kanjeng Sultan seenaknya. Keruan saja mbah kyai celamitan ini lalu dilaporkan ke polisi dan ditangkap. Dia terkena ancaman hukuman sampai lima tahun penjara.

Padahal keperluan aslinya lima menit, sanksi hukumnya berlipat-lipat. (Gunarso TS)