Wednesday, 26 June 2019

Pastikan Pemudik Tak Keleleran

Kamis, 23 Mei 2019 — 5:56 WIB

PASCA-mendapat protes dari Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), rencana memberlakukan satu arah (one way) di Tol Cikarang Utama-Brebes saat mudik Lebaran dan arus balik oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung dievaluasi.

Kemenhub awalnya memberlakukan one way selama 24 jam, tetapi diubah menjadi bersifat kondisional. Artinya, sistem itu bakal disesuaikan dengan kondisi di lapangan saat mudik dan arus balik berlangsung.

Adapun tanggal yang ditetapkan untuk one way dari 30 Mei hingga 2 Juni 2019. Sedangkan arus baliknya pada 9-10 Juni 2019. Tapi Kemenhub mengisyaratkan bisa saja tanggal one way itu diperpanjang.

Niat memberlakukan one way selama 24 jam memang bertujuan agar kendaraan pribadi yang mudik Lebaran dan arus balik kelak lancar. Tetapi Kemenhub sepertinya lupa bahwa pemudik yang menggunakan moda transportasi massal berupa bus umum masih banyak.

Bila one way 24 jam diberlakukan, dipastikan calon pemudik yang menggunakan bus umum akan keleleran di terminal-terminal. Sistem satu arah akan mengganjal armada bus dan angkutan lain dari Jawa masuk ke Jakarta.

Sistem one way 24 tentu saja, berdampak terlambatnya armada bus umum masuk terminal. Padahal, sesuai dengan data lebih dari 4 juta calon pemudik masih menggunakan moda transportasi massal jenis ini.

Karena itu, pengubahan sistem satu arah dari Tol Cikarang Utama-Brebes dan sebaliknya saat mudik Lebaran dan arus balik dari sebelumnya nonstop 24 jam menjadi bersifat kondisional adalah jalan tengah.

Keresahan pengusaha otobus yang khawatir armadanya terganjal masuk ke Jakarta setidaknya bisa sedikit lebih mengalir bila dibandingkan dengan andai sistem one way diberlakukan 24 jam.

Hanya saja jalan tengah berupa one way kondisional bila dikalkulasi masih membuat pemudik menggunakan bus umum terancam keleleran di terminal-terminal di Jakarta, sebaiknya Kemenhub dan IPOMI duduk bareng untuk membahasnya.

Mumpung masih ada waktu, pastikan pemudik yang menggunanakan moda transportasi massal tidak kesulitan mendapatkan armada bus umum, sehingga mereka tak keleleran di terminal-terminal. @*