Saturday, 21 September 2019

Jika Tak Sabar Menunggu Sampai Anak Sudah Tidur

Jumat, 24 Mei 2019 — 6:25 WIB
24-DIA-MEI-19

BAGI Halim, 36, seks adalah panglima. Maka kapan saja minta dilayani, istri harus siap tempur. Tapi beberapa hari lalu, Ny. Uun, 30, minta ditunda dulu, karena anak belum tidur. Eh, Halim marah. Langsung saja ambil golok dan dibacoklah istri. Uun minta perlindungan ke tetangga, sementara Halim langsung kabur entah ke mana.

Hadits Nabi mengatakan, layanilah suami ketika mengajak tidur, meski sedang masak di dapur. Hadits lain juga mengatakan, akan dilaknat malaikat sampai pagi, manakala istri menolak ajakan suami. Atas dasar nash inilah, istri jangan macem-macem jika suami spaneng naik sampai 450 volt. Tapi harus diingat pula, tak selamanya istri dalam kondisi “on the road”, ada kalanya sedang capek, atau mengantuk, atau alasan tetek yang bengek lainnya.

Tapi Halim dari Katingan Kalimantan Tengah, agaknya jadi suami yang kebanyakan , micin, atau kurang piknik. Sama sekali dia tak mampu menenggang rasa, ketika syahwatnya bergejolak. Saat nafsu sedang on, istri harus melayani kapan saja, di mana saja, kalau perlu sambil minum Coca Cola. Soal pinggang nyaris putusan rasanya, “Itu urusan elo…..!”

Ny. Uun sebetulnya loyalis tulen, sebagai istri siap memberi layanan purna ranjang, siap 24 jam, kecuali hari Minggu dan libur nasional. Cuma, kondisi tubuh fit dan tak ada urusan lain. Ny. Uun tahu persis kebiasaan lelaki, jika tak terpenuhi hasratnya lalu mencari tokoh alternatif yang siap mendukung urusan “poros tengah”.

Tapi pada beberapa hari lalu kondisinya betul-betul tak memungkinkan. Waktu baru pukul 20.00, dia baru pulang tarawih, sementara suami baru pulang kerja. Tiba-tiba suami yang baru saja selesai makan, towal-towal kayak kondektur bus, mengajak hubungan intim. “Sabar Mas, anak-anak belum tidur.” Kata Ny. Uun berbisik.

Tapi rupanya nafsu Halim sudah ke ubun-ubun. Karena hasratnya terkendala, dia jadi marah. Karena istrinya tetap menolak, dia ambil golok lalu dibacokkan ke tubuh istrinya. Tentu saja Ny. Uun ketakutan, dengan luka-luka di tangan dia menyelamatkan diri ke rumah tetangga sementara Halim langsung kabur.

Paginya Uun lapor polisi dengan mengusung pasal KDRT. Awalnya dia malu menyebutkan alasannya. Kata Uun, suaminya ini punya nafsu di atas rata-rata. Jika dilayani, bisa tiga kali seminggu sesendok makan.

Digelontor air apa pisang ambon, Mbak? (*/Gunarso TS)