Sunday, 18 August 2019

Sosialisasi Mudik Aman Diberikan Kepada Siswa SMP

Jumat, 24 Mei 2019 — 0:30 WIB
sosialisasimudik

JAKARTA – Siswa SMPN 172 Cakung, Jakarta Timur, Kamis (23/5), mendapat sosialisasi mudik aman dari berbagai unsur. Diharapkan, ilmu yang diberikan bisa dimanfaatkan dan disalurkan ke keluarga maupun lingkungan sekitar saat melaksanakan mudik 2019 ini.

Sosialisasi yang diberikan Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur itu digagas yayasan Save The Children. Di mana siswa diberikan pengetahuan untuk meningkatkan kesadaran bagi anak-anak, orang tua serta publik, terkait pentingnya keselamatan berkendaraan saat mudik.

Senior Communication dan Advocacy Officer Save The Children, Dewi Sri Sumanah mengatakan, kegiatan yang disampaikan pihaknya merupakan kampanye mudik aman. “Acara ini sudah kami lakukan secara paralel sejak 13 hingga 27 Mei 2019 ke sekolah-sekolah mulai dari SD hinggaSMP di Jakarta,” katanya, Kamis (23/5).

Menurut Dewi, melalui kegiatan itu pihaknya ingin menumbuhkan kesadaran bagi pelajar dan orang tua, akan pentingnya keselamatan berkendara terlebih saat mudik Lebaran nanti. Sehingga, dari sosialisasi ini siswa mendapatkan informasi yang nantinya bisa disampaikan secara berantai. “Harapannya usai kegiatan ini para siswa bisa meneruskan informasi ini ke keluarga, teman, maupun tetangga,” ujarnya.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Kecamatan Cakung Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Syariani mengatakan, melalui kegiatan ini pihaknya menyampaikan bahwa mudik menggunakan roda dua sangat berbahaya. “Karena itu kami menyarankan program Pemprov DKI akan mudik gratis pastinya akan sangat berguna,” ungkapnya.

Nazarina Wahid, siswa SMPN 172 Jakarta, mengaku menyambut baik kegiatan positif tersebut. Pasalnya, ada beberapa materi yang didapat seperti keselamatan berkendara, menjaga kesehatan saat berkendara, dan peraturan yang harus dipatuhi saat berkendara. “Ilmu inipun akan saya sampaikan lagi untuk keluarga, tetangga, hingga teman di media sosial maupun lingkungan bermain,” pungkasnya. (Ifand/b)