Wednesday, 26 June 2019

Disantet Tidak Menpan Juga Dipukul Pakai Gilingan Cabe

Sabtu, 25 Mei 2019 — 5:39 WIB
25-DIA-MEI-19

MUNGKIN Ny. Faisah, 31, termasuk wanita paling sadis ke Kabupaten Bengkalis (Riau). Bagaimana tidak? Suami disantet gagal, lalu menyuruh dukun membunuhnya saja secara tradisional. Dengan imbalan Rp 10 juta, Zakaria, 43, berhasil dieksekusi oleh sidukun. Tapi dalam waktu cepat kejahatan itu terbongkar.

Tak selalu orang cantik, cantik pula ke dalam-dalamnya. Banyak juga yang berjiwa kedondong. Luarnya mulus, dalamnya carut-marut nggak keruan. Yang model ini banyak. Saking jahatnya itu perempuan, ada juga yang tega membunuh suami sendiri. Pinjam istilahnya Rocky Gerung, benar-benar perempuan dungu! Apa nggak mikir, jika suami mati, anaknya langsung jadi yatim. Belum bagaimana bisa membesarkan anak.

Ny. Faisah warga Duri, Bengkalis, termasuk perempuan yang tegaan itu. Hanya karena suami suka marah-marah, jadi tak tahan hidup berdampingan dengannya. Sampai kemudian setan gundul nimbrung. “Kenapa antum pusing mikirkan suami pemarah, mending bunuh saja, habis perkara.” Kata setan memprovokatori.

Ternyata Faisah menelan mentah-mentah bisikan setan itu. Ketimbang tiap hari diomeli suami, mending dilenyapkan saja alias dibungkem selamanya. Tapi bagaimana caranya? Setan pun memberi memo agar menghubungi dukun Ngasrun, 50. Dia pakar santet-menyantet. Kata si setan, sebut saja namanya kontan setan gundul siap datang dan siap membantu mengeksekusi Zakaria.

Faisah datang ke rumah dukun Ngasrun untuk konsultasi. Setelah dengar cerita pasiennya, si dukun siap menyantet Zakaria. Faisah diberi ramuan jeruk nipis, agar terminum suami. Tapi ternyata, air jeruk nipis dukun sudah diminim kagak ngaruh juga. Faisah pun minta suaminya dibunuh secara kasar saja.

Awalnya Ngasrun tak berani, kecuali diberi imbalan Rp 25 juta tanpa pajak penghasilan. Faisah dibantu tantenya bernego, akhirnya disepakati biaya Rp 10 juta. Uang mukanya Rp 3 juta, sedangkan sisanya nunggu klaim BPJS setelah kematian Zaklaria.

Tengah malam pas Zakaria tidur, langsung digetok kepalanhya pakai gilingan cabe pletak. Sempat teriak langsung dihajar pakai pisau sampai diam. Tragisnya, Faisah sempat mengintip saat suaminya dieksekusi ditemani bibinya. Polisi pun kemudian bergerak. Hasilnya dengan cepat menemukan bukti, Zakaria bukan korban perampokan, tapi sengaja dibunuh.

Faisah awalnya membantah, tapi setelah disodorkan bukti-bukti, tak bisa berkelit lagi. Dukun Ngasrun dijemput, sehingga Faisah dan bibinya sekalian diangkut ke Polsek Duri. Karena pembunuhan ini direncanakan, ancaman hukumannya bisa mati, atau 20 tahun penjara.

Kasian dukun Ngasrun, baru terima DP bakal masuk LP. (*/Gunarso TS)