Monday, 17 June 2019

FPI Minta Polisi Tangguhkan Penahanan Terduga Pelaku Kerusuhan 22 Mei

Sabtu, 25 Mei 2019 — 13:36 WIB
Ketua Tim Bantuan Hukum FPI, Sugito, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Sabtu (25/5/2019). (cw2)

Ketua Tim Bantuan Hukum FPI, Sugito, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Sabtu (25/5/2019). (cw2)

JAKARTA – Tim Bantuan Hukum FPI mendatangi Polda Metro Jaya, Sabtu (25/5/2019). Tujuannya, untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap sejumlah masyarakat yang ditangkap ketika aksi ricuh 22 Mei 2019.

“Jadi kami mengajukan permohonan untuk penangguhan penahanan terhadap siapa pun. Tidak hanya dari teman-teman FPI, dari masyarakat biasa, atau dari manapun yang tidak terlibat, atau hanya ikut-ikutan, atau hanya terbawa secara tidak langsung kepada kerusuhan yang ada di Bawaslu maupun yang ada di Petamburan,” ujar Ketua Tim Bantuan Hukum FPI, Sugito di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Diketahui Polda Metro Jaya menangkap 257 perusuh pada aksi ricuh 22 Mei lalu, sedangkan Polres Jakarta Barat menangkap 158 perusuh lainnya. Sugito berharap polisi dapat bekerja secara profesional, sehingga dapat memastikan mana perusuh yang benar terlibat dalam aksi ricuh tersebut, dan mana yang tidak.

Ia juga menyebutkan, pihaknya akan mempersilakan polisi untuk memproses hukum kepada para terduga perusuh jika terbukti melakukan tindak pidana.

“Saya meminta penyidik di Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat untuk bisa betul-betul memeriksa secara profesional untuk dapat memilah mana yang ikut-ikutan, mana yang terlibat langsung. Kalau punya bukti, silahkan diproses, kami akan jalani, kami akan ikuti. Tapi yang tidak terlibat langsung, kami harapkan untuk bisa ditangguhkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, sudah ada 22 orang yang ditangguhkan oleh pihaknya. Namun pihaknya masih mengusahakan agar banyak terduga perusuh lainnya yang dapat ditangguhkan oleh polisi.

“Kalau yang dari kami sekitar 22 (yang sudah ditangguhkan). Tapi ada juga yang belum dilepas,” imbuhnya.

Sejauh ini, kata Sugito, ada 48 orang yang mengadu ke Posko FPI di Petamburan, Jakarta Barat terkait anggota keluarga yang belum ditemukan pasca aksi ricuh 22 Mei lalu. (cw2/ys)