Sunday, 25 August 2019

Hoaks Bocah dipukuli Polisi Hingga Tewas, Ini Sosok Sebenarnya

Sabtu, 25 Mei 2019 — 14:03 WIB
Andri Bibir di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. (ist)

Andri Bibir di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. (ist)

JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi mengakui polisi menangkap A alias Andri Bibir (30), perusuh yang menyusup ke aksi 22 Mei 2019.

Belakangan diketahui, perusuh yang ditangkap oleh polisi merupakan pria yang terekam dalam video viral di media sosial. Video itu dibumbubui narasi hoaks tentang seorang anak di bawah umur dianiaya polisi hingga tewas. Terkait hal tersebut, Polri pun telah membantahnya.

Dedi mengungkapkan, Andri Bibir ini ditangkap karena turut serta dalam aksi ricuh 22 Mei lalu. Ia diduga berperan sebagai orang yang menyiapkan batu serta properti lainnya untuk melakukan kerusuhan. Tak hanya itu, Andri juga menyiapkan jerigen berisikan air. Tujuannya, air tersebut dapat digunakan oleh para perusuh yang terkena semprotan gas air mata.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan alasan dalam video terlihat sejumlah polisi beramai-ramai mengepung Andri. Menurutnya, saat itu Andri hendak kabur dan melarikan diri dari kejaran anggota Brimob. Oleh karena itu, anggota Brimob pun mengepung Andri untuk menghindari perusuh itu kabur.

“Tersangka Andri Bibir ini waktu lihat anggota, langsung dia mau kabur karena merasa salah. Ketakutan dia. Dikepung oleh anggota pengamanan,” ujar Dedi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2019) dini hari.

Andri Bibir pun mengakui perbuatannya tersebut. Ia mengaku begitu mengetahui tindakannya tercium aparat kepolisian, dirinya pun berniat untuk melarikan diri. Ketika itu lah kemudian anggota Brimob menangkap dirinya.

“Saat itu saya memang mau melarikan diri, tapi di belakang ada Brimob dan saya kembali lagi ke lapangan itu. Dan ternyata saat itu saya ditangkap,” kata Andri.

(BacaPolri Bantah Brimob Aniaya Anak di Bawah Umur)

Mengaku sakit hati, ia akhirnya memilih untuk menyiapkan batu sebagai amunisi massa lainnya untuk melakukan aksi ricuh pada saat itu. Ia tidak menampik kalau dirinya memang menyiapkan batu untuk massa yang ricuh pada 22 Mei lalu.

“Awalnya saya ikut-ikutan dan di situ saya kena gas air mata, saya sakit hati dan saya membantu supaya pendemo semakin lebih mudah untuk mendapatkan batu,” ungkapnya.

Ia pun membenarkan bahwa pria yang ada dalam video viral itu dirinya. Sehingga tidak benar apabila disebut pria dalam video itu tewas akibat tindak penganiyaan yang dilakukan oleh anggota Brimob.

“Untuk teman, rekan atau keluarga yang melihat video itu, itu saya dan saya belum meninggal,” pungkas Andri. (cw2/ys)