Saturday, 21 September 2019

Sistim Satu Arah Perlu Dikemas Lagi

Sabtu, 25 Mei 2019 — 6:01 WIB

PENERAPAN sistem asatu arah pada saat arus mudik dan balik Lebaran perlu dikemas lagi. Kita sependapat, kelancaran arus mudik perlu menjadi prioritas penanganan agar tidak timbul kemacetan panjang. Kita tidak ingin kasus “Brexit” pada lebaran beberapa tahun lalu terulang.

Kita dapat memehami juga rencana kebijakan sistem satu arah atau one way di jalan bebas hambatan pada saat mudik Lebaran tahun ini. Rencananya satu arah diberlakukan 24 jam penuh mulai 30 Mei sampai 2 Juni saat arus mudik pada ruas tol Cikarang Utama hingga Brebes Barat dari KM 29 sampai KM 262. Sedangkan pada saat arus balik diterapkan pada tanggal 8-9 Juni mulai KM 189 Palimanan sampai KM 29 Cikarang Utama.

Rencana kebijakan ini mendapat tanggapan dari pengusaha bus. Mereka menilai jika kebijakan ini diterapkan akan menghambat perjalanan bus yang akan masuk Jabodetabek dari arah timur (Jawa Barat – Jawa Tengah dan Jawa Timur ).

Reaksi pengusaha bus perlu direspons, mengingat keterlambatan bus yang masuk Jakarta dan sekitarnya akan menghambat proses pengangkutan penumpang mudik Lebaran. Sebab, pemudik Lebaran tidak semuanya menggunakan mobil pribadi, masih banyak pemudik yang menggunakan bus dan angkutan umum sejenis.

Mereka juga perlu mendapat perhatian, perlu kelancaran dan kenyamanan untuk pulang kampung. Kita tentu tak ingin, kelancaran arus mudik terjadi di jalan tol, kendaraan pribadi, tetapi di sisi lain meghambat perjalanan mudik pengguna angkutan umum ( bus khususnya). Apalagi, jumlah pemudik Lebaran tahun ini yang menggunakan bus diprediksi jumlahnya mencapai 4,4 juta orang. Lebih banyak ketimbang pemudik dengan mobil pribadi yang diprediski hanya 4,3 juta orang.

Kita tentu tak ingin muncul penilain kebijakan yang hanya menguntungkan sepihak, tetapi merugikan pihak lain.

Cukup beralasan jika kebijakan one way perlu dikemas lagi. Kapan hari dan waktu yang tepat, juga pada ruas tol yang akan digunakan. Intinya bagaimana kebijakan yang dikeluarkan menguntungkan semua pihak. Kelancaran tidak hanya di jalan tol, juga jalan arteri, ruas jalan yang digunakan oleh pemudik dengan sepeda motor.

Selain rencana one way, boleh juga pada ruas tol tertentu dan waktu tertentu diterapkan contra flow ( lawan arus). Memang contra flow memerlukan energi dan fasilitas yang cukup demia keamanan pengendara. (*).