Thursday, 27 June 2019

Bambang Widjojanto Singgung Rezim Korup, Jokowi: Jangan Senang Merendahkan

Minggu, 26 Mei 2019 — 22:20 WIB
Presiden Joko Widodo.  (ikbal)

Presiden Joko Widodo. (ikbal)

JAKARTA – Presiden Jokowi memberikan tanggapannya terkait pernyataan  Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW)  saat di MK mengeluarkan  sindiran tentang adanya rezim korup. Ia  berharap Mahkamah Konstitusi tidak menjadi bagian dari rezim korup tersebut. ‘

Jokowi mengatakan,  semua pihak sepatutnya tak merendahkan martabat suatu institusi negara. Menurut dia, hal itu tidak baik.

“Ya, jangan ini lah, jangan senang merendahkan sebuah institusi ya, saya kira enggak baik,” kata Jokowi seusai menghadiri acara Silaturahim dan Buka Puasa Bersama HIPMI di Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Minggu (26/5/2019).

Presiden Jokowimegnatakan, pembentukan lembaga-lembaga negara yang ada di Indonesia dibentuk dengan sistem ketatanegaraan yang kuat.

“Apa pun lembaga yang ada ini dibentuk oleh ketatanegaraan kita, agar memiliki sebuah trust (kepercayaan) dari publik. Jangan sampai direndahkan, dilecehkan seperti itu. Saya kira enggak baik. Ini (berlaku) pada siapa pun, ya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Bambang Widjojanto berharap gugatan kubu Prabowo-Sandiaga diproses MK kendati hanya membawa 51 bukti.

Mantan Wakil Ketua KPK itu  menuding pemerintah hari ini sebagai rezim yang korup dan berharap MK tidak menjadi bagian rezim tersebut.

Bambang  bersama tim hukum Prabowo-Sandi menggugat hasil Pilpres karena dinilai ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan massif.

“Mudah-mudahan Mahkamah Konstitusi bisa menempatkan dirinya menjadi bagian penting di mana kejujuran dan keadilan harus menjadi watak dari kekuasaan, dan bukan justru menjadi bagian dari satu sikap rezim yang korup,” kata BW di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). (*/win)