Wednesday, 18 September 2019

Cuitan di Akun Twitter @akunTofa Ini yang Antar Mustafa Nahrawardaya Jadi Tersangka

Minggu, 26 Mei 2019 — 14:48 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Cuitan yang diunggah di akun twitter @akunTofa, menghantarkan Mustafa Nahrawardaya sebagai tersangka  penyebaran hoaks alias berita bohong soal kerusuhan 22 Mei 2019.

Cuitan  tersebut menggambarkan ada seorang anak bernama Harun (15) yang meninggal setelah disiksa oknum aparat saat kerusuhan disekitar Masjid Al Huda.

“Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat yg disiksa oknum di Komplek Masjid Al Huda ini, syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA,”

(Baca : Diduga Sebarkan Hoaks , Mustofa Nahrawardaya Pemilik @AkunTofa Dijemput Polisi di Rumahnya)

 Demikian cuitan di @AkunTofa disertai emoticon menangis dan berdoa.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul membenarkan hal tersebut.

Dalam cuitan selanjutnya, Mustofa Nahra sempat ikut meluruskan soal informasi tewasnya Harun disiksa oknum polisi setelah melihat pemberitaan di sejumlah media berdasarkan keterangan dari Polri. Namun, seperti yang dikatakan Polri, cuitan Mustofa itu kadung menyebar dan menimbulkan keonaran.

Rickynaldo mengungkapkan, Mustofa ditangkap dengan dugaan menyebarkan hoaks melalui twitter. Dugaan tersebut tercantum dalam  surat penangkapan bernomor SP.Kap/61/V/ 2019/Dittipidsiber.

Mustofa dijerat Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian, dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.(tri)