Wednesday, 26 June 2019

Pakar UI

Dinasti Politik dan Kekerabatan Masih Ampuh Dapatkan Kursi Jabatan

Minggu, 26 Mei 2019 — 21:49 WIB
Direktur Puskapol UI, Aditya Perdana, dalam sebuah diskusi politik di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (26/5/2019). (ikbal)

Direktur Puskapol UI, Aditya Perdana, dalam sebuah diskusi politik di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (26/5/2019). (ikbal)

JAKARTA – Politik dinasti di Indonesia masih ampuh menjadi jalan untuk mendapatkan kekuasaan. Pada Pemilu 2019, politik dinasti masih jadi faktor penting dalam meraih kursi jabatan.

Hal itudisampaikan Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), dalam sebuah diskusi politik di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (26/5/2019).

Menurut Aditya Perdana cara tersebut berhasil meraup suara pemilih.  “Jadi untuk menunjukan saya adalah anak ini (merujuk tokoh elite politik) dan sebagainya itu penting bagi Pemilu,” ujar Aditya.

Adit menambahkan selain mengandalkan relasi kekerabatan, terdapat juga caleg yang mempraktekkan jual beli suara.

“Untuk bisa memperoleh suara banyak, transaksi vote buying, trading, juga dilakukan mereka. Mengandalkan kekerabatan, juga meluruskannya dengan transaksi itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menilai meski mengandalkan kekerabatan dengan elit politik, caleg juga masih mengusung program kerja ya g ditawarkan kepada pemilih. Namun program kerja yang ditawarkan diyakini  tidak menjadi komoditas utama untuk meraih simpati konstituen.

“Mereka juga berusaha keras menjual program, tapi tidak jadi hal penting,” tandas dia. (ikba;/win)