Monday, 17 June 2019

Alasan Kesehatan, Permadi Batal Diperiksa

Senin, 27 Mei 2019 — 13:34 WIB
Permadi Satria Wiwoho (tengah) dan kuasa hukumnya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Senin (27/5/2019). (cw2)

Permadi Satria Wiwoho (tengah) dan kuasa hukumnya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Senin (27/5/2019). (cw2)

JAKARTA – Politikus Partai Gerindra, Permadi Satrio Wiwoho, batal diperiksa hari ini, Senin (27/5/2019). Padahal, Permadi sudah tiba di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreakrimsus) Polda Metro Jaya sejak pukul 10.40 WIB pagi.

Berdasarkan pantauan poskotanews.com, Permadi dan kuasa hukumnya meninggalkan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sekitar pukul 12.20 WIB. Permadi meninggalkan Polda Metro Jaya setelah mengetahui pemeriksaan dibatalkan dan akan dijadwalkan kembali.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, karena alasan kesehatan Permadi, pemeriksaan hari ini pun dibatalkan. Namun ia belum dapat memastikan kapan pemeriksaan akan dijadwalkan ulang.

“Penyidik sudah bertemu langsung dengan Pak Permadi dan kuasa hukumnya, namun alasan kesehatan yang disampaikan Pak Permadi yang meminta pemeriksaan dijadwalkan ulang (sehingga pemeriksaan hari ini dibatalkan),” terang Argo ketika dikonfirmasi poskotanews.com, pada Senin (27/5/2019).

Sementara itu Kuasa Hukum Permadi, Hendarsam, mengatakan ia dan kliennya menunggu selama 2,5 jam di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Namun ternyata, pemeriksaan batal dilakukan.

“Kita sudah sepakat, kita nggak mungkin juga nunggu kelamaan tanpa ada kejelasan, akhirnya 2,5 jam kita minta reschedule saja. Untuk waktunya kapan, kita menunggu arahan dan koordinasi penyidik,” ujar Hendarsam.

Sebelumnya, Hendarsam meminta kepada penyidik agar mempertimbagkan kondisi kesehatan dan umur kliennya ketika melakukan pemeriksaan. Sebab Permadi tidak mungkin menjalani pemeriksaan dalam jangka waktu terlalu lama.

“Kami minta supaya penyidik mempertimbangkan juga kondisi dan usia (Permadi). Usia sudah jalan 80 tahun ini. Kami minta supaya penyidik bijak dan arif dalam menyidik perkara tersebut,” serunya.

Diketahui, Permadi dilaporkan oleh tiga orang terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian dan makar, ke Polda Metro Jaya. Pelaporan tersebut dibuat berdasarkan video di media sosial yang menunjukkan Permadi tengah berada di forum diskusi. Dalam video tersebut, Pemadi menyebutkan masalah revolusi. Oleh karena itu, Permadi diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian dan dugaan makar.

Dalam laporan ketiga pelapor tersebut, Permadi disangkakan Pasal 107 KUHP dan 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 4 jo Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (cw2/mb)