Sunday, 16 June 2019

Ayo Mudik Lebaran Penuh Keramahan

Selasa, 28 Mei 2019 — 6:30 WIB

ARUS mudik diprediksi mulai  mengalir akhir pekan ini. Bahkan diduga, sejak Kamis 30 Mei, perjalanan mudik sudah dimulai bagi sebagian masyarakat yang tidak terikat dengan ketentuan cuti bersama. Sedangkan puncak arus mudik diprediksi terjadi antara tanggal 1 hingga 4 Juni.

Asumsi ini didasarkan adanya dua hari libur nasional, yaitu Kamis, 30 Mei – Kenaikan Isa Almasih dan Sabtu, 1 Juni hari lahirnya Pancasila.

Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), ada ketentuan upacara terkait hari Lahirnya Pancasila. Tapi ini tidak menghalangi aktivitas perjalanan mudik yang bisa dilakukan usai upacara pagi hari.

Melihat kalender tersebut, ada dugaan arus mudik akan terpecah, sebagian masyarakat melakukan perjalanan mudik pada akhir pekan ini, sebagian lainnya, awal pekan depan.

Jika asumsi ini benar, dapat mencegah terjadinya penumpukan arus mudik pada hari yang bersamaan.

Kita berharap calon pemudik bisa mengatur waktu perjalanan agar tidak terhindar dari kemacetan akibat penumpukan.

Bagi pengguna kendaraam pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, perlu lebih mengelola emosi ketika melajukan kendaraan. Jangan karena jalanam lengang tak berarti bebas berkendara tanpa kendali.

Etika berkendara hendaknya lebih dikedepankan seperti memberi ruang bagi mereka yang hendak menyalip. Begitu juga memberi kesempatan kepada mereka yang berada di jalur lambat.

Sebaliknya mereka yang melaju di lajur cepat perlu menahan diri, jika di depannya belum memberi jalan untuk mendahului.

Kita perlu menyadari kemampuan kecepatan masing- masing kendaraan berbeda – beda. Ada yang punya mobil mewah dapat  melaju seperti peluru. Ada juga mobil yang kadang tak kuat menanjak dan menyalip dalam hitungan detik. Itulah warna – warni Lebaran.

Kendorkan emosi, hilangkan ego pribadi selama perjalanan arus mudik. Sebaiknya, kita saling berbagi, saling peduli dan saling menghormati sesama pemudik. Siapa pun mereka,  apa pun latar belakang dan status sosial ekonominya, adalah teman satu perjalanan yang hendak pulang ke kampung halaman merayakan Lebaran bersama keluarga.

Ciptakan suasana arus mudik dengan penuh keramahan, kekeluargaan dan kedamaian. Santun dalam berkendara, selamat sampai tujuan dan bahagia di kampung halaman. (*)