Sunday, 15 September 2019

Jadi Saksi Eggi Sudjana, Ustad Sambo Dicecar 49 Pertanyaan

Selasa, 28 Mei 2019 — 9:53 WIB
Ustad Ansuf Idrus Sambo yang diperiksa di Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus yang melibatkan Eggi Sudjana.  (yendhi)

Ustad Ansuf Idrus Sambo yang diperiksa di Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus yang melibatkan Eggi Sudjana. (yendhi)

JAKARTA – Ustad Ansufri Idrus Sambo atau yang akrab disapa Ustad Sambo, dicecar 49 pertanyaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Ustadz Sambo diperiksa oleh penyidik selama 17 jam, yakni sejak pukul 10.30 hingga 03.30. Ia mengungkapkan, pertanyaan yang diajukan penyidik seputar kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana.

“(Pertanyaan) pertama kaitannya dengan Bang Eggi. Kedua, berkaitan dengan pidato-pidato saya. Ada yang merekam gitu, ya sudah saya jawab apa adanya sesuai yang ada di video itu,” ujar Sambo di Polda Metro Jaya, pada Selasa (28/5/2019) pagi.

Ia mengaku berada di Jalan Kertanegara ketika Eggi menyerukan people power pada 17 April 2019. Namun menurutnya, ia tidak mengetahui peristiwa Eggi menyerukan people power tersebut.

Sebab kata Ustadz Sambo, pada saat itu ia tidak berada di lokasi dekat Eggi menyerukan people power. “Konteksnya kan beda. Saya konteksnya ceramah di tempat (Jalan Kertanegara). Saya nggak tau, saya nggak disitu dalam artian nggak di luar kan gitu. Dia (Eggi) ngomong di luar kan gitu,” jelasnya.

Diketahui Ustad Sambo diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana. Ini merupakan panggilan kedua dari penyidik terkait kasus tersebut. Rencananya, Ustadz Sambo akan kembali diperiksa sebagai saksi kasus dugaan makar Eggi Sudjana pada Rabu (29/5/2019) besok.

Eggi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan makar dan pernyataan people power oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimun) Polda Metro Jaya, pada Selasa (7/5/2019) lalu. Kemudian ia resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya sejak 14 Mei 2019 hingga 20 hari kedepan.

Terkait kasus tersebut, Eggi disangkakan Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP Jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. (cw2/yp)