Friday, 20 September 2019

Nasib Apes Si Tukang Kerupuk Digerebek Kencani Menuk

Rabu, 29 Mei 2019 — 6:40 WIB
NID-29

MANG Dadang, 53, dari Ciamis ini memang keterlaluan. Saat orang tarawih cari pahala, dia malah sibuk urusan paha. Bayangkan, di kala suami Ny. Menuk, 40, salat tarawih di masjid, dia malah kencani istrinya di kamar. Tapi saat digerebek, Mang Dadang berkelit sebagai pengojek. Ah, mana ada pengojek kok blusukan ke dalam kamar segala.

Untuk urusan PIL dan WIL, praktisinya selalu banyak akal. Tak hentinya mengasah kreativitas, agar gejolak asmara itu tertunaikan sampai tuntas. Saking “kreatif”-nya, kegiatan keagamaan dijadikan peluang mengumbar syahwat. Setan gundul dari mana yang jadi provokatornya, sehingga di kala orang khusyuk salat tarawih, malah dimanfaatkan untuk kencan dengan bini orang!

Salah satunya Mang Dadang, tukang kerupuk dari Cipaku, Kabupaten Ciamis. Meski penghasilannya sebagai buruh pengantar kerupuk, masih bisa juga menyisihkan dana untuk memanjakan syahwatnya. Diam-diam dia punya WIL namanya Menuk . Setiap ada kesempatan keduanya membangun koalisi kenikmatan. Entah di mana eksekusi itu berlangsung. Yang jelas bukan di hotel. Sebab jika sewa kamar hotel, sebagai tukang kerupuk kena AC Mang Dadang langsung melempem gairahnya.

Di bulan Ramadan seperti sekarang ini, mestinya Mang Dadang-Menuk hentikan aktivitas mesumnya. Stop urusan paha, fokus mencari pahala surga, lewat salat tarawih. Mau yang 11 rakaat atau 23 rakaat, tinggal pilih. Ternyata tidak. Justru setan gundul mengajarinya, agar manfaatkan saat salat tarawih itu untuk memanjakan syahwatnya. “Suami Menuk kan tarawihnya 23 rakaat, manfaatkan peluang itu Bleh….” kata setan.

Dan begitulah yang terjadi. Di kala suami Menuk salat tarawih lanjut dengan tadarusan, Menuk di rumah malah menerima kedatangan Mang Dadang, untuk berkencan ria. Lama-lama rutinitas Mang Dadang tercium pemuda setempat. Seperti yang terjadi beberapa malam lalu, pas Mang Dadang ada di dalam, pintu digedor-gedor warga,

Rupanya Mang Dadang tahu gelagat, langsung saja kabur lewat pintu belakang. Tapi karena sepeda motornya tertinggal, beberapa jam kemudian dia balik lagi. Apapun resikonya siap dihadapi, ketimbang sepeda motor hilang. Benar saja, Mang Dadang langsung diproses dan dijadikan tersangka. Namun demikian dia masih berkelit, dia ke rumah Menuk untuk menjemputnya, karena dia memang pengojek.

Alasan itu jelas tak diterima. Mana ada tukang ojek kok masuk ke dalam kamar segala, dan faktanya Ny. Menuk juga tak ke mana-mana. Walhasil, Mang Dadang kemudian diserahkan ke Pak Kades untuk diproses. Cukup sampai Kades saja apa ke polisi, tergantung ridla atau tidak suami Menuk.

Kalau kena sanksi hukum adat, suruh sediakan jaburan anak-anak 100 mangkuk kolak pisang. (Gunarso TS)