Wednesday, 19 June 2019

Wingko Babat, Makanan Khas Semarang yang Tak Lekang oleh Zaman

Rabu, 29 Mei 2019 — 22:29 WIB
Wingko Babat

Wingko Babat

SEMARANG  – Wingko Babat adalah jenis makanan khas Semarang yang hingga kini tak lekang zaman.  Bahkan, dalam perkembangannya jenis makanan yang terbuat dari kelapa dan ketan ini makin melegenda dan banyak disukai oleh masyarakat.

Wingko Babat bahkn mampu menjadi ciri khas oleh2 kota Semarang di samping makanan lain seperti lumpia dan bandeng presto. Tiga jenis makanan ini mampu menjadi brand oleh-oleh khas Semarang . Semuanya enak dan menggoyang lidah, namun rasa manis dan legitnya wingko babat bikin orang ketagihan.

Wingko babat, makanan berbentuk bulat berbahan dasar kelapa dan tepung ketan ini termasuk makanan tradisional Indonesia. Rasa manis bercampur legit membuat makanan ini selalu menjadi incaran wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menjadikannya sebagai buah tangan.

Proses pembuatannya yang alami membuat wingko babat hanya bertahan maksimal 4 hari. Dalam kurun waktu itu, rasanya masih tetap enak.

Cikal Bakal

Menikmati makanan tradisional tak lengkap rasanya tanpa mengetahui asal usul dan sejarahnya. Cikal bakal wingko babat berasal dari seorang perempuan bernama Loe Lan Hwa.

Pada tahun 1944, Loe Lan Hwa bersama suami dan dua anaknya mengungsi dari kota Babat yang sedang dilanda perang huru-hara ke Kota Semarang.

Di tahun 1946, Loe Lan Hwa dibantu suaminya mulai membuat wingko dan menjualnya dari rumah ke rumah. Ia juga menitipkan wingko buatannya di sebuah kios di stasiun Tawang Mangu Semarang. Tiap kali ada kereta berhenti, petugas kios akan menjajakan wingko babat pada penumpang kereta.

Di luar dugaan, rupanya kue wingko buatan Loe Lan Hwa digemari warga Semarang dan para penumpang kereta api. Untuk mengenang kota tempat Loe Lan Hwa dibesarkan yakni kota Babat, di Lamongan Jawa Timur, ia pun memberi nama kue wingko buatannya dengan Wingko Babat.

Wingko Babat yang menjadi ciri khas jajanan oleh-oleh kota Semarang ini selalu menjadi buruan para wisatawan . Oleh-oleh khas Semarang ini mudah didapatkan karena tersedia di bandara,  stasiun kereta api, terminal dan juga di pusat oleh-oleh di jalan Pandanaran Semarang.

Konon, menurut sejumlah wisatawan yang masuk kota Semarang , jajanan Wingko Babat sangat cocok untuk menemani minum teh di pagi hari.

Di Semarang memang terdapat banyak produk makanan jenis wingko. Banyak produk makanan ini dari berbagai merk .Tetapi hanya satu yang melegenda yakni produk Wingko Babat bergambar kereta api. Penjualan wingko babat cukup sederhana dengan memakai sistem paket yakni satu paket berisi 20 biji wingko.

Sedangkan harganya memang ditentukan oleh jenis rasanya. Untuk Wingko rasa durian harganya relatif lebih mahal dibanding rasa nangka atau rasa lainnya. Namun para wisatawan banyak mencari wingko dalam paket rasa campuran sebagai solusi hemat . Untuk satu paket wingko rasa campuran dijual dengan harga Rl 54 ribu rupiah. Tetapi harga tersebut bisa berubah setiap saat. (Suatmadji/win )