Wednesday, 19 June 2019

Soal Link Berita jadi Bukti di MK, Sandi : Itu Cuma Bukti Pembuka

Kamis, 30 Mei 2019 — 21:36 WIB
SandiagaUno  (Yendhi)

SandiagaUno (Yendhi)

JAKARTA– Pasangan Prabowo-Sandi resmi mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi menolak hasil penghitungan suara dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Saat menyerahkan gugatan yang dipimpin Bambang Widjajanto Jumat 24 Mei lalu dilengkapi dengan 51 bukti di antaranya link berita di media sosial.

Banyak yang mempertanyakan link berita itu sebagai alat bukti kecurangan seperti yang dituduhkan pasangan nomor urut 2 itu.

Menanggapi itu, Sandi menyatakan link berita merupakan bukti pembuka. Ia memastikan Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan melengkapi bukti permohonan gugatan tersebut dalam waktu dekat.

“Akan dilengkapi, link-link berita itu kan memang adalah bukti yang diajukan sebagai bukti pembuka awal dan link-link berita itu sangat relevan karena berita-berita tersebut, kan, sudah menjadi temuan yang ada di masyarakat. Tentunya akan dilengkapi dengan bukti lanjutan,” ujar Sandi di Mal Pelayanan Publik, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2019).
Ia mengatakan, saat ini Tim Hukum Prabowo-Sandiaga terus bekerja agar bukti-bukti lainnya bisa disertakan sebelum sidang perdana dimulai. ” Kami serahkan ini kepada proses dan tim hukum yang akan melengkapi tambahannya dan akan diregistrasi sebelum persidangan awal dimulai,” ujarnya.

Sebelumnya Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menyatakan pihaknya sengaja tak menyertakan seluruh bukti dalam sengketa Pilpres ke MK.

Hal itu disampaikan Andre menanggapi kritikan banyak pihak terhadap bukti-bukti yang disertakan ke MK oleh Prabowo-Sandiaga lantaran banyak berasal dari berita di media. Ia mengatakan hal itu merupakan bagian dari strategi Prabowo-Sandi untuk memenangkan persidangan di MK. Andre menambahkan, secara bertahap pihaknya akan menyerahkan bukti-bukti lain ke MK.(B)