Monday, 16 September 2019

Wihhh… Istri Pejabat Bank Ini Belanja Hingga Rp 297 Miliar

Kamis, 30 Mei 2019 — 16:50 WIB
Zamira Hajiyeva menjadi pusat penyelidikan lembaga penyelidik Inggris, NCA

Zamira Hajiyeva menjadi pusat penyelidikan lembaga penyelidik Inggris, NCA

INGGRIS– Zamira Hajiyeva saat ini sedang menghadapi tuduhan Unexplained Wealth Order (UWO), atau kekayaan yang tak bisa dijelaskan, dari lembaga berwenang di Inggris.

Ia menggunakan 54 kartu kredit berbeda, yang semuanya terkait dengan bank tempat suaminya bekerja. Sang suami adalah Jahangir Hajiyev, yang sedang dihukum 15 tahun penjara di Azerbaijan dengan tuduhan penggelapan uang dari bank yang ia kelola.

Zamira menghabiskan sekitar £16 juta (sekitar Rp297 miliar) di pusat perbelanjaan mewah di London, selama 10 tahun terakhir.

Kini ia menghadapi risiko kehilangan rumahnya seharga £15 juta (Rp273 miliar) di London serta lapangan golf di Berkshire, Inggris, apabila ia gagal menjelaskan asal-usul yang legal untuk kekayaannya.

Tahun lalu, BBC dan mitra medianya memenangkan kasus hukum untuk menyebut nama Zamira setelah Pengadilan Tinggi memerintahkan ibu tiga anak ini untuk menerangkan asal-usul kekayaannya yang sulit dijelaskan mengingat penghasilannya hanya bersumber dari bunga tabungan di bank-bank Inggris.

Jika ia tak bisa menjelaskan asal-usul kekayaannya, ia bisa kehilangan propertinya.

harrods

Pusat perbelanjaan Harrods di London, Inggris

Dokumen yang digunakan oleh National Crime Agency (NCA) diungkapkan kepada publik untuk pertama kalinya, memeperlihatkan bagaimana Zamira menggunakan uangnya untuk belanja dari hari ke hari.

Zamira yang merupakan penduduk tetap di Inggris tinggal di lokasi yang berjarak lima menit dari pusat perbelanjaan mewah Harrods di London barat.

Ia juga memiliki dua anjungan khusus di tempat parkir pribadi di pusat perbelanjaan itu.

Salah satu kunci yang mengungkapkan soal belanja ini adalah dokumen 93 halaman yang dikeluarkan perusahaan kartu kredit bagi pengguna yang menunjukkan loyalitas penggunaan kartu mereka.

Maka terlihatlah bagaimana Zamira berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan paling mewah di dunia itu.

Belanja dimulai

Zamira mulai belanja tak lama sesudah ia menetap di Inggris – sesudah setahun sebelumnya ia diculik dari Azerbaijan.

Ia mulai dengan “sederhana”, menghabiskan £842 (Rp15 juta) untuk buku anak dan £140 (Rp2,5 juta) untuk parfum.

Sebelum akhir tahun, ia berbelanja di gerai perhiasan Cartier – yang lantas menjadi lokasi favoritnya – tempat ia tercatat menghabiskan £181 (Rp3,2 juta).

Lantas ia sempat belanja pakaian dari desainer Miu Miu senilai £1.600 (Rp29 juta), dan £1.539 (Rp28 juta) untuk sepatu Ferragamo

Bulan Maret 2007, ia kembali ke Miu Miu menghabiskan £10,616 (Rp193 juta) dengan salah satu dari 25 kartu American Express-nya.

Tahun itu jumlah belanjanya mulai meroket. Mulai muncul pembayaran £66,000 (Rp1,2 miliar) ke Harrods dan lebih dari £17,000 (Rp309 juta) untuk barang-barang dari desainer Tom Dixon.

Belanja Zamira Hajiyeva di Harrods
Perhiasan Boucheron: £3,5 juta (Rp63 miliar).

Perhiasan Cartier: £1,4 juta (Rp25 miliar).

Barang dari perancang busana Amerika, Dennis Basso: £402,000 (Rp7,3 miliar).

Sandwich dari Tom: £332,000 (Rp6 miliar).

(Pengeluaran in mungkin paduan antara belanja di kafe dan perabot mahal dari desainer Tom Dixon)

Belanja di gerai parfum Harrods: £160,000 (Rp2,9 miliar).

Total belanja: £16.309.077,87 (sekitar Rp297 miliar).

Sumber: Dokumen Pengadilan Tinggi

Pada 20 Juni 2008, ia membayar seharga £925 (Rp16 juta) di gerai pakaian dalam dan kaos kaki.

Satu jam sesudah transaksi itu, gerai Cartier menerima pembayaran sebesar £433.389 (Rp7,8 miliar).

Masih pada hari yang sama, ia membayar £374 (Rp6,8 juta) untuk barang yang diidentifikasi sebagai “men’s designer”.

Beberapa hari kemudian ia kembali menghabiskan £8.387 (Rp152 juta) untuk barang dari desainer Israel Elie Tahari, dan £847 (Rp15 juta) untuk parfum.

Pada tanggal 26 Juni ia kembali lagi, dan menghabiskan £17.000 (Rp309 juta) dalam tiga pembelian di gerai arloji mewah.

Dandan di Disney?

Pembayaran yang mengherankan adalah sebesar £99.000 (Rp1,8 miliar) ke gerai “Bibbidi Bobbidi Boo” sebuah butik milik Disney yang ketika itu hanya berada di Harrods.

Tak jelas untuk apa pembayaran ini, mengingat butik ini mengenakan biaya £1.000 (Rp18 juta) per jam untuk mendandani anak-anak menjadi seperti pangeran atau putri raja.

Pada hari yang sama, ia juga menghabiskan £160.000 (Rp2,9 miliar) di gerai perhiasan mewah Boucheron.

Tidak seluruh belanja dilakukan untuk dirinya sendiri. Ia menghabiskan £1.371(Rp24,9 juta) untuk membungkus hadiah (dari keseluruhan belanja £6.200) dan secara rutin belanja barang mewah untuk laki-laki.

Ia juga berbelanja £250.000 (Rp4,5 miliar) di bagian anak-anak di Harrods yang sangat eksklusif di mana barang-barangnya tak tersedia di tempat lain di dunia.

Jumlah keseluruhannya adalah £16.309.077,87 (Rp297 miliar) di Harrods antara 29 September 2006 hingga 14 Juni 2016 – dan hampir £6 juta di antaranya terkait langsung dengan 35 kartu kredit yang dikeluarkan oleh bank di mana suaminya dituduh melakukan penggelapan. Ujung-ujungnya ia menggunakan 54 kartu kredit.
Apakah Harrods curiga?

Dalam pernyataannya di pengadilan penyelidik keuangan NCA Nicola Bartlett mengatakan pengeluaran Zamira Hajiyeva ini “signifikan” di tengah tuduhan penggelapan yang dilakukan suaminya di International Bank of Azerbaijan dengan mengeluarkan kartu kredit kepada anggota keluarga, yang ujung-ujungnya tak pernah dibayar tagihannya.

Apakah hal ini menjadi perhatian bagi pusat perbelanjaan Harrods?

Kepada BBC, Harrods mengeluarkan pernyataan bahwa mereka “membantu dan sepenuhnya bekerjasama dengan penyelidikan ” serta “bekerja sekuat tenaga” dalam menerapkan kebijakan anti pencucian uang yang ketat.

“Kepatuhan dan ketaatan Harrods kepada kebijakan anti pencucian uang merupakan prinsip dasar dari operasi perusahaan,” kata juru bicara mereka.

Target utama NCA bukanlah belanja di Harrods melainkan rumah Zamira di London dan lapangan golf di Berkshire – keduanya akan disita seandainya Zamira tak bisa menjelaskan sumber kekayaannya secara legal.

Rumah Zamira berlokasi di Knightsbridge, dibeli bulan Desember 2009 oleh sebuah perusahaan bernama Vicksburg Global Inc seharga £11,5 juta.

Perusahaan yang beralamat di British Virgin Islands ini terkait dengan Zamira.

Direktur perusahaan itu adalah seorang warga Azerbaijan bernama Elmar Baghirzade.

Ketika Zamira melamar untuk menjadi penduduk Inggris melalui jalur investor kekayaan – jalur yang biasanya dipakai oleh orang-orang super kaya – NCA mengatakan ia tak menyediakan bukti tentang penghasilannya yang mandiri.

Sebagai pendukung aplikasi, ia membeli obligasi pemerintah senilai lebih dari £1 juta pada bulan Agustus 2010. Menurut catatan pengadilan, sumber dana untuk pembelian ini didapatkan dari suaminya.

Lima tahun suaminya memberi jaminan bahwa Zamira memiliki dana yang cukup untuk diberi status penduduk tetap. Namun beberapa bulan kemudian sang suami ditangkap dengan tuduhan penggelapan dari bank yang ia kelola.

Zamira berulang kali membantah tuduhan-tuduhan terhadapnya dan sedang melakukan banding terhadap tindakan NCA. Ia juga sedang melawan upaya ekstradisi dirinya ke Azerbaijan, di mana pengadilan telah menunggunya.(BBC)