Friday, 20 September 2019

Kepergok VC dengan WIL Tega Cekik Istri Hingga Tewas

Jumat, 31 Mei 2019 — 7:20 WIB
NID-31

PUNYA HP canggih Tohari, 33, malah kena masalah. Bukan soal ujaran kebencian, tapi gara-gara dia kepergok istri sedang VC (video call) dengan WIL. Astuti, 32, tidak terima, sehingga berani tendang suaminya. Nah, Tohari pun tersinggung, istrinya langsung dicekik hingga tewas. Tak mau bikin repot polisi, dia langsung menyerahkan diri.

Pilih mana, punya HP canggih tapi malah terlibat kriminal, atau hanya punya HP yang hanya bisa telepon dan SMS doang, tetapi aman? Jika belum ketanggor (kena batunya) pasti milih punya smartpone. Tapi jika sudah jadi urusan polisi, pasti menyesal dan bilang, “Kenapa saya jadi urusan polisi gara-gara HP?”

Tohari warga Jambangan, Surabaya, termasuk lelaki yang menyesali HP miliknya. Tapi penyesalan yang terlambat. Istrinya yang mati dicekik olehnya, harus dipertanggungjawabkan di depan hukum. Gara-gara menghilangkan nyawa orang lewat cekikan, Tohari nantinya harus siap mental menjadi napi paling tidak 5 tahun.

Dulu dia punya HP jadul versi lama, tapi kemampuannya hanya untuk telepon dan SMS-an saja. Tohari pun beli HP smartpone, yang bisa untuk berselancar di medsos, termasuk VC denga siapa saja. Sebetulnya ada HP super canggih, tapi yang punya hanya Cak Nun alias MH Ainun Madjid, merknya: Nokia Kolopaking.

Sejak punya HP canggih ini, dia bisa main FB, instagram, twitter, WA sampai VC. Berkat kemajuan teknologi HP, kini dia bisa pula dapat gebedan baru, cewek. Bila situasi kondusif, diam-diam Tohar VC dengan WIL. Ini masih VC-an biasa, belum sampai tampil bugil seperti yang kini sering terjadi.

Tohari mengalami kesialan fatal beberapa hari lalu. Saat dia CCV-an dengan sang WIL, eh ketangkap basah oleh Astuti. Tentu saja langsung diusut. Tapi dia mengelak bahwa itu WIL, katanta hanya relasi biasa. “Ah relasi biasa ko pakai kata-kata mesra segala.” Jawab Astuti sambil nendang kaki suaminya.

Tentu saja Tohari tersinggung. Memangnya bola PSSI, ditendang-tendang seenaknya. Gantian dia mencekik istrinya dengan cepat. Karena jalan napas ditutup, sedangkan jalur napas alternatif sebagaimana arus mudik tak ada juga, akhirnya Astutik mati lemas. Tentu saja Tohari kaget. Tahu risiko apa yang bakal dialami, duluan dia lapor ke polisi. “Maaf Pak, saya baru saja mencekik orang sampai mati,” kata Tohari.

“Orang mana, siapa namanya? tanya polisi. Jawab Tohari bikin kaget, sebab Tohari menjawab orang rumah alias istri sendiri. Polisi cek ke ke lapangan, ternyata benar. Ya sudah, Tohari pun dinyatakan jadi tersangka dan tak boleh pulang alias ditahan.

Lain kali, kalau cekik itu ujung kaki, jadi aman. (Gunarso TS)