Wednesday, 19 June 2019

Sudah Dibangun Tol Trans-Jawa Pemudik Kok Masih Kena Macet

Jumat, 31 Mei 2019 — 7:30 WIB
macet

SEPERTINYA macet sudah menjadi rukunnya orang mudik Lebaran. Pada hari H-6, pemudik sudah terjebak macet. Padahal pemerintah dari tahun ke tahun selalu menyempurnakan pelayanan mudik. Bahkan tol Trans-Jawa Anyer – Probolingga juga sudah nyambung. Pulang kampung  menjelang Idul Fitri, kalau tidak kena macet jadi kurang afdol.

Sejak tahun 1980-an, orang mudik Lebaran terkena macet. Jaman itu tol baru ada Jagorawi. Kemudian dibangun tol Jakarta – Cikampek (1988), tapi macet mudik Lebaran tetap menjadi menu tahunan. Bahkan ketika sudah dibangun tol Padalarang-Cileunyi (1991), Cikampek-Padalarang (2005), dan tol-tol lain di Jateng dan Jatim; kemacetan menjadi rutinitas mudik dan arus balik.

Konsep transportasi memang sudah salah dari sononya. Mestinya yang dikembangkan KA, bukan jalan tol. Dengan jalur KA diperbanyak, niscaya orang dipaksa untuk lebih banyak gunakan KA. Yang terjadi, membangun tol di mana-mana justru merangsang orang untuk beli kendaraan pribadi.

Sekarang makin terasa, meski sudah begitu banyak jalur tol. Bahkan tol Trans-Jawa Anyer – Panarukan kini sudah sampai Probolinggo, tapi kemacetan tak bisa dihindari. Sekedar contoh pada hari H-6 kemarin, diberitakan sudah terjadi kemacetan, baik ke arah Sumatera mapun Jateng-Jatim.

Naiknya tarif pesawat sampai 120 %, juga punya andil atas kemacetan jalan tol. Sebab penumpang yang biasanya pakai pesawat, sekarang menghemat dengan naik kendaraan umum maupun pribadi. Memang pemerintah telah memaksa maskapai turunkan tarif 15 persen, tapi kagak ngefek. Dipaksa turunkan lagi, mana mau maskapai. Ibarat kata penurunan sampai 15 persen itu sudah mentok gardan.

Pemerintah sudah berusaha maksimal untuk mengatasi kemacetan tol. Dari jalur ke timur dibikin searah, ganjil genap, bahkan  diprediksi hindari sini, hindari sono, tetap saja macet ketemu juga. Sepertinya macet sudah menjadi rukunnya orang mudik. Tanpa macet, rasanya jadi kurang afdol.

Biasanya terjebak macet sampai berjam-jam orang jadi stress. Tapi khusus pemudik, kemacetan itu dinikmati dengan gembira. Dorongan untuk ketemu sanak saudara di kampung menjadi menafikan segala resiko, termasuk kecelakaan lalulintas yang sampai merenggut nyawa. Kata polisi, sampai H-6 sudah tercatat 6 orang tewas saat mau mudik. Tragis, mau pulang kampung malah jadi pulang ke akhirat lebih cepat. – (gunarso ts)